DPRD Kutim Minta Pengadaan Barang dan Jasa Dilakukan Tepat Waktu, Hindari Penumpukan di Akhir Tahun

Kaltim, Parlementaria1010 Dilihat

Sangatta,– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Faizal Rachman, menyampaikan harapannya agar proses pengadaan barang dan jasa, terutama pembangunan fisik, tidak lagi menumpuk di akhir tahun seperti tahun lalu. Hal ini untuk menghindari sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) besar akibat banyaknya pekerjaan yang tidak terlaksana.

Faizal Rachman optimis dengan adanya pelantikan kepala SKPD baru yang mengisi beberapa jabatan kosong tingkat eselon II di lingkungan Pemkab Kutim. Beliau berharap dengan kepemimpinan baru, manajerial di lingkungan SKPD dapat berjalan lebih baik sehingga semua program yang telah direncanakan bisa selesai tepat waktu.

“Dengan adanya pimpinan baru di SKPD, maka diharapkan mereka berhasil menggenjot keterlambatan yang terjadi sekarang ini,” kata Faizal Rachman kepada media belum lama ini.

Beliau menjelaskan bahwa jika keterlambatan pekerjaan proyek APBD murni dapat dikejar, maka tidak akan ada lagi penumpukan pekerjaan di akhir tahun seperti tahun sebelumnya. Penumpukan pekerjaan ini seringkali mengakibatkan tercampurnya kegiatan murni dan kegiatan perubahan, yang seharusnya memiliki jeda waktu yang jelas.

“Di SKPD itu kan ada namanya Rencana Umum Pengadaan (RUP). Dengan RUP itu, direncanakan setiap kegiatan itu dilaksanakan, kapan. Seharusnya jadwal pelaksanaan sesuai RUP itu dilaksanakan. Tapi, jangan RUP juga disusun dengan menumpuk pekerjaan di akhir tahun. Karena kalau itu terjadi, maka jadinya repot juga. Jadi harusnya dibagi perbulan, bulan ini kerjakan apa, bulan ini kerjakan apa, sehingga pekerjaan terbagi dengan baik agar tidak menumpuk di akhir tahun,” harapnya.

Faizal Rachman menekankan pentingnya perencanaan dan pelaksanaan yang matang dalam proses pengadaan barang dan jasa. Beliau berharap dengan koordinasi yang baik antar SKPD dan disiplin dalam pelaksanaan program, penumpukan pekerjaan di akhir tahun dapat dihindari dan Silpa dapat ditekan seminimal mungkin. (*/ADV)

Berita Terbaru