oleh

Dana Reses Dicicil, Ngafifuddin Akui Reses Anggota DPRD Kutim Kurang Maksimal

Sangatta…Akibat defisit anggaran yang dialami Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam dua Tahun terakhir. Nampaknya tidak hanya dirasakan sejumlah kontraktor hingga Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) hingga saat ini. Sebab akibat defisit ini, juga berimbas terhadap dicicilnya dana kegiatan reses Anggota DPRD Kutim dalam beberapa tahun terakhir.

“Dari dulu memang sudah seperti itu, setiap melaksanakan kegiatan reses pasti di cicil. Bahkan dana reses tahun 2017 lalu, masih ada juga dana kegiatan reses kami yang belum dibayarkan”.Ucapnya Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Ngafifuddin saat di temui diruang kerjanya

Menurut Ngafifuddin, Seharusnya setiap kegiatan reses, tiap anggota DPRD Kutim mendapatkan dana reses sekitar Rp. 30 juta,  Namun karena alasan defisit, kita selalu dibayar Rp. 10 Juta. Untuk itu, setiap kegiatan reses yang dilakukan oleh Anggota DPRD Kutim selalu kurang maksimal, karena anggaran yang digunakan untuk menyerap aspirasi masyarakat juga selalu tidak mencukupi.

“Salah satu contohnya beberapa hari yang lalu saya mengadakan kegiatan reses di margosontoso, di hadiri kurang lebih 150 orang, dengan anggaran Rp. 10 juta itu tidak mencukupi. ya mau tidak mau harus menggunakan dana pribadi lagi”.Jelasnya

Untuk itu, dirinya berharap kedepannya dalam Badan Musyawarah (Banmus) DPRD kutim yang merumuskan seluruh kerja Anggota DPRD setiap bulan, juga bisa di barengi dengan anggaran yang mencukupi. Sehingga setiap kegiatan yang dilaksanakan di DPRD Kutim juga bisa sesuai yang di harapkan masyarakat.

“Jika sesuatunya tidak pernah maksimal, ya mohon maaf barangkali bagi masyarakat jika mengatakan Anggota DPRD seperti ini, tapi masyarakat juga perlu tau, jika kondisi keuangan di DPRD Kutim seperti ini”. Terangnya

Jadi kendalanya banyak sebenarnya, nah kami yang berasal Dapil 1 saja banyak yang terbengkalai, lalu bagaimana dengan Anggota DPRD lainnya yang mewakili beberapa Kecamatan dengan jarak yang cukup jauh. Pasti lebih banyak lagi.

“Contoh Dapil 3 dengan jarak Kecamatan yang cukup jauh, lalu dana kegiatan reses hanya di berikan anggaran sebesar Rp. 10 juta. sekali melaksanakan kegiatan saja itu bisa langsung habis atau tidak cukup”. Bebernya

Untuk itu, mau tidak mau kita selalu menggunakan dana pribadi untuk melaksanakan setiap kegiatan reses. Seandainya pembayaran kegiatan reses bisa menggunakan sistem utang piutang misalnya, oke kegiatan reses awal saya gunakan dana pribadi, setelah itu bulan depan di ganti. “tetapi disini ketika kita tanyakan jawabannya belum ada anggaran”.Tutupnya

 

Berita Terbaru