oleh

Rendahnya Harga Sawit Karema Panen Perusahan Berlimpah

Sangatta…Rendahnya harga tandan buah segara (TBS) saat ini diakui anggota DPRD Kutim Arang Jau, akibat panen perusahan berlimpah. Akibatnya, perusahan yang memiliki pabrik crude palm oil (CPO), sangat membatasi pembelian TBS dari petani, diluar kebun kemitraanya.

“Jadi keluhan masyarakat akibat anjloknya harga sawit, itu karena panen perusahan saat ini berlimpah. Perusahan pemilik pabrik sudah membatasi pembelian dari petani, karena panen mereka besar, makanya harga sawit itu turun di petani karena pembatasan pembelian oleh perusahan,” katanya.

Namun, diakui harga sawit turun itu hanya terjadi di masyarak, yakni petani mandiri. Sebab untuk harga sawit dari kebun kemitraan perusahan, masih tetap stabil, sesuai dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah provinsi sekitar Rp1300 per kg.

Disebutkan, sawit petani mandiri selama ini yang beli adalah tengkulak. Tengkulak yang jual ke pabrik. Namun karena pabrik membatasi pembelian, tengkulak tidak bisa jual lagi sawit, akibatnya harga turun . Bahkan kini sudah menyentuh harga Rp400, meskipun harga ditetapkan pemerintah yakni Rp1300.

“Dalam kondiri harga seperti itu, kini petani hanya panen, untuk dibakar. Bahkan ada sebagian yang memang sudah tidak mau panen, karena rugi di ongkos. Jadi kalau mengeluh, kami hanya minta mereka berdoa, agar bisa kembali normal ,” katanya.

Bahkan DPRD juga telah menyampaikan masalah ini ke pemerintah, agar bisa menyampaikan masalah ini ke perusahan. Namun, hingga kini belum ada solusi, meskipun pemerintah sendiri yang telah menetapkan harga.

“tapi ini masalah nasional, karena kami hanya minta petani bersabar, semoga harga bisa kembali membaik,” katanya.

Berita Terbaru