Buka Sarasehan FPK, Bupati Ardiansyah Sebut Keberagaman Jadi Modal Pembangunan Kutim ​

SANGATTA, — Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman membuka secara resmi agenda Sarasehan Kebangsaan dan Rapat Koordinasi (Rakoor) Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kecamatan se-Kabupaten Kutai Timur di Hotel Royal Victoria, Sangatta, Senin (27/7/2026).

​Kegiatan yang mengusung tema “Memperkuat Persatuan dalam Keberagaman, untuk Mewujudkan Harmoni Sosial Menuju Kutai Timur Hebat” tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus FPK dari 18 kecamatan di wilayah Kutai Timur.

​Dalam arahannya, Ardiansyah menyampaikan bahwa komitmen menjaga kebersamaan di dalam perbedaan merupakan fondasi utama pembangunan nasional maupun daerah.

​”Kita menilai begitu besar dan luasnya Indonesia dengan ribuan pulau, suku bangsa, serta adat istiadat. Namun hingga saat ini, bangsa Indonesia masih tetap merajut kebhinekaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Ardiansyah.

​Ia menambahkan, peran FPK sangat strategis dalam memperkuat ikatan pembauran kebangsaan guna merespons peluang nasional menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

​Ardiansyah mengapresiasi situasi keamanan dan ketertiban di Kutai Timur yang senantiasa kondusif. Menurutnya, keberagaman suku dan budaya di Kutim justru menjadi aset utama daerah.

​Secara khusus, Bupati memberikan apresiasi kepada Ketua FPK Kutai Timur, beserta jajaran yang telah berhasil merampungkan pembentukan struktur pengurus FPK di seluruh 18 kecamatan.

​”Tinggal sekarang bagaimana nakhoda ini mampu menjadi harmoni kebangsaan kita di wilayah kecamatan masing-masing,” tuturnya.

​Ia mengingatkan pentingnya memegang teguh prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” dalam kehidupan bermasyarakat guna mengantisipasi dan menyelesaikan berbagai potensi konflik sosial di wilayah operasional maupun pemukiman.

​Lebih lanjut, Ardiansyah menilai keberadaan FPK dan rangkaian kegiatannya sejalan dengan akselerasi pencapaian 50 program unggulan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

​”Saya berharap ini menjadi salah satu dorongan dan barometer keberhasilan pembangunan kita di Kutai Timur,” ujarnya. (*)