
HUT ke-34 Tirta Mahakam, Bupati Kukar Instruksikan Penurunan Angka Kebocoran Air
TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menginstruksikan jajaran manajemen Perumda Air Minum Tirta Mahakam untuk segera menekan angka kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) yang saat ini masih mencapai 40 persen. Hal tersebut ditegaskan Bupati saat memimpin upacara HUT ke-34 Perumda Tirta Mahakam di Tenggarong, Senin (19/1/2026).
Bupati Aulia menyatakan bahwa angka kebocoran 40 persen tersebut jauh di atas standar toleransi wajar sebesar 25 persen. Ia meminta Direksi menyusun peta jalan (roadmap) yang jelas untuk mengatasi persoalan teknis maupun administrasi.
“Selisih ini sangat besar dan harus segera ditangani. Saya instruksikan langkah taktis mulai dari perbaikan jaringan pipa, pemanfaatan teknologi deteksi kebocoran, hingga optimalisasi pencatatan meter,” ujar Aulia.
Capaian Kinerja dan PAD Meski memberi catatan kritis pada sektor NRW, Pemkab Kukar mengapresiasi kontribusi Perumda Tirta Mahakam terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama periode 2024–2025. Peningkatan kinerja ini dinilai menjadi solusi alternatif di tengah tren penurunan dana transfer daerah.
Berdasarkan data perusahaan, cakupan layanan saat ini telah menjangkau 145 desa/kelurahan dengan total 114.437 sambungan langganan (SL). Secara akumulasi, layanan ini telah dinikmati oleh 343.311 jiwa atau sekitar 42,18 persen dari total penduduk Kabupaten Kukar.
“Masih ada pekerjaan rumah untuk menjangkau sisa wilayah dari total 237 desa dan kelurahan di Kukar. Kolaborasi dengan pihak swadaya seperti SPAMDes dan Pamsimas sangat krusial karena menyumbang sekitar 8 persen cakupan layanan,” tambahnya.
Target Tahun 2026 Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno, menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi fase percepatan ekspansi layanan. Pihaknya menargetkan perluasan jangkauan di 20 kecamatan dan 193 desa.
Terkait kontribusi keuangan, Suparno memproyeksikan setoran PAD sebesar Rp 2,5 miliar dari kinerja tahun buku 2025.
“Fokus utama kami tetap pada penurunan NRW sesuai arahan Bupati dan peningkatan kontinuitas layanan. Kami optimis langkah ekspansi ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat,” pungkas Suparno. (J/*)






