
Disdik Kutim Pastikan TPP Guru Honorer Kutim Aman, di Tengah Isu Rasionalisasi Anggaran
SANGATTA – Di tengah isu hangat mengenai penurunan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN dan PPPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), angin segar justru datang bagi ratusan tenaga honorer guru. Dinas Pendidikan Kutim memberikan jaminan bahwa TPP bagi guru honorer tahun ini dipastikan aman dan tidak akan mengalami pemotongan.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kutim, Mulyono, dalam rapat dengar pendapat (hearing) bersama perwakilan tenaga honorer guru di Kantor DPRD Kutai Timur, Senin (04/05/2026).
Mulyono menegaskan bahwa meskipun kondisi keuangan daerah memaksa adanya penyesuaian anggaran secara signifikan di berbagai sektor, kesejahteraan guru honorer tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, di saat TPP ASN dikurangi hingga 62%, TPP tenaga honorer tidak dipotong satu persen pun. Masih tetap, dan sampai tahun 2026 ini posisinya aman,” tegas Mulyono di hadapan peserta rapat.
Meski kebijakan pusat melalui Kemenpan-RB mulai membatasi kategori pegawai pemerintah di luar ASN (PNS dan PPPK). Namun Mulyono menyatakan bahwa Pemda Kutai Timur tetap mengakui keberadaan tenaga honorer.
Bentuk pengakuan tersebut dibuktikan dengan pemberian tunjangan kinerja bagi honorer yang telah mengabdi lebih dari satu tahun. Bahkan, Mulyono mengingatkan bahwa pada tahun 2025 lalu, TPP honorer telah dinaikkan sebesar 50%.
“Itu dibuktikan bahwasanya teman-teman yang sudah mengabdi lebih 1 tahun, itu diberikan tunjangan kinerja atau TPP, dan alhamdulillah mulai tahun 2025 TPP-nya dinaikkan 50 persen. Dari awalnya yang di kota ini Rp 850.000 menjadi Rp1.275.000 dan sampai yang zona terjauh sandaran itu Rp 2.700.000,” beber mulyono
Selain mengamankan pendapatan, Disdik Kutim juga mengaku tengah menjalin kerja sama erat dengan Bagian Organisasi Tata Laksana (Orta) dan BKPSDM melalui MoU untuk mendorong peningkatan status tenaga honorer.
“Bahkan ada Mou dengan BKPSDM untuk sama-sama berjuang. Bagaimana teman-teman pada hari ini bisa naik statusnya. Baik itu menjadi CPNS ataupun P3K. Intinya kami akan berusaha mendorong itu, dan itu sudah ada mou kami berdua itu sudah dibuatkan. Artinya kami punya komitmen yang sama untuk mendorong teman-teman semua ini.” Pungkasnya (*)






