Hadiri Pelepasan Taruna SMK 2 Sangatta Utara, Wabup Kutim Dorong Lulusan Terus Berinovasi

SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim), Mahyunadi, menghadiri acara pelepasan 335 Taruna SMK 2 Sangatta Utara Angkatan IX dan X yang digelar di Aula Sekolah, Jalan Padat Karya, Selasa (05/05/2026). Dalam arahannya, Mahyunadi mendorong para lulusan untuk menjadi motor inovasi di tengah ketatnya persaingan global.

Mahyunadi menyampaikan bahwa tantangan di dunia luar saat ini sangat dinamis, sehingga lulusan SMK tidak boleh hanya mengandalkan ijazah, tetapi harus memiliki kemampuan adaptasi dan inovasi yang tinggi.

“Dunia industri terus berubah. Saya mendorong para taruna untuk tidak berhenti belajar dan terus berinovasi. Jangan hanya menjadi penonton, tapi jadilah pelaku pembangunan yang kompeten,” ujar Mahyunadi dalam sambutannya.

Menurutnya, karakteristik siswa SMK yang dibekali keterampilan praktis merupakan modal besar untuk langsung terjun ke masyarakat. Namun, ia menekankan pentingnya pembangunan mentalitas yang kuat untuk menopang keahlian teknis tersebut.

“Inovasi lahir dari disiplin diri dan mental yang kuat. Pendidikan bukan sekadar penguasaan sains, melainkan kemampuan mengendalikan diri untuk terus berkembang,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala SMK 2 Sangatta Utara, Mustahik, mengungkapkan bahwa kualitas lulusan tahun ini terbukti sangat kompetitif. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang sudah terserap di dunia kerja maupun perguruan tinggi sebelum prosesi kelulusan berakhir.

“Tercatat 15 siswa kita diterima di PTN melalui jalur SNBP, seperti Universitas Mulawarman dan Universitas Negeri Surabaya. Selain itu, beberapa siswa bahkan sudah diterima bekerja di perusahaan ternama seperti United Tractors (UT) dan PT Essindo,” jelas Mustahik.

Mustahik berharap pesan dari Wakil Bupati dapat menjadi motivasi tambahan bagi para taruna untuk menjaga nama baik almamater dan terus meningkatkan kapasitas diri di jenjang berikutnya.

Acara pelepasan ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran staf sekolah, perwakilan orang tua, serta tokoh masyarakat setempat. Sebanyak 335 siswa yang dilepas kini bersiap menapaki babak baru, baik menuju bangku kuliah maupun langsung berkarier di sektor industri.