Prioritas Utama! Pelabuhan Kenyamukan ‘Masuk’ Daftar Multi Years 2026

Foto Ketua DPRD Kutim Jimmi

 

SANGATTA – Di tengah pembahasan yang alot mengenai pemangkasan anggaran proyek Multiyears Contract (MYC) senilai Triliunan Rupiah, ada kabar baik bagi masyarakat Kutai Timur (Kutim): Pelabuhan Kenyamukan dipastikan menjadi salah satu proyek prioritas yang akan berlanjut dan diselesaikan melalui skema Kontrak Tahun Jamak (MYC) 2026-2028.

Kepastian ini disampaikan Ketua DPRD Kutim, Jimmi, usai menghadiri rapat pembahasan usulan paket pekerjaan MYC bersama Tim Pemerintah pada Senin (17/11/2025).

“Ada ada prioritasnya. Itu sudah sudah sudah disebutkan bahwa itu sudah bisa beroperasi dengan pembangunan kantor fisiknya,” ujar Jimmi.

Lolosnya Pelabuhan Kenyamukan sebagai prioritas MYC memberikan angin segar bagi penyelesaian infrastruktur penunjang yang vital, termasuk pembangunan kantor fisik yang akan memastikan pelabuhan siap beroperasi secara penuh.

Sebelumnya, proyek multiyears ini memang membutuhkan anggaran tambahan untuk menyelesaikan berbagai tahapan di sisi darat, termasuk pembangunan gudang terbuka, gudang tertutup, dan terminal penumpang, serta kebutuhan lahan tambahan untuk reklamasi.

Menurut informasi yang dihimpun, Pelabuhan Kenyamukan diajukan oleh Pemkab Kutim sebagai salah satu proyek dengan nilai terbesar dalam usulan 32 paket pekerjaan MYC total senilai kurang lebih Rp2,1 Triliun untuk tiga tahun anggaran.

Meskipun sempat terjadi perdebatan dan penolakan keras dari DPRD terkait upaya Pemerintah menghapus beberapa usulan proyek aspirasi masyarakat lainnya, status Kenyamukan sebagai prioritas menunjukkan komitmen bersama untuk mewujudkan gerbang ekonomi baru Kutai Timur.

Pelabuhan ini dinilai strategis karena diharapkan dapat mempermudah distribusi logistik, menekan biaya barang, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang selama ini masih mengandalkan pelabuhan di daerah lain.

“Ini udah udah fix ya (masuk prioritas),” tegas Ketua DPRD. (*/ADV)