
Dinas Koperasi dan UKM Kutim Gelar Temu Usaha Kemitraan dan Jaringan Usaha

Sangatta – Dinas Koperasi (Diskop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar Temu Usaha Kemitraan dan Jaringan Usaha. Kegiatan ini diikuti oleh 30 pengurus koperasi yang berasal dari 18 kecamatan, yang berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 28-30 Mei 2024 di Teras Belad Café, Sangatta Selatan. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, Selasa (28/5/2024)
Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia temu usaha kemitraan dan jaringan usaha, Suwandi mengatakan, penyelenggaraan kegiatan yang bersifat diskusi serta studi kasus antara Koperasi dan nara sumber, diikuti sekitar 30 orang pengurus kooperasi dari 30 koperasi. Pada umumnya kooperasi yang ikut adalah kooperasi yang telah diusulkan sebagai kooperasi modern di Dinas Perindustrian Perdagangan dan Kooperasi Provinsi Kaltim. Dimana saat ini sedang dalam penilaian.
“dari beberapa kooperasi ini, ada yang telah naik status. Salah satunya kooperasi Tahu Tempe. Untuk ini, kami telah berkomunikasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian, terkit dengan Kedelai, yang saat ini masih impor,” kata Suwandi di depan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman
Dikatakannya, melalui kegiatan ini diharapkan akan ada peningkatan sumber daya manusia (SDM) pengelola kooperasi, sehingga kooperasi bisa maju dan lebih berkembang. Selain itu, nantinya akan terwujud kerja sama kemitraan kooperasi dengan mitra secara saling menguntungkan. Dimana kooperasi-kooperasi yang hadir dalam diskusi tersebut adalah kooperasi yang berkipra di bidang perkebunan, pertanian, transportasi, simpan pinjam dan berbagai kegiatan lainnya.
Sementara itu, Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Suliaman menegaskan peran penting koperasi sebagai “soko guru” (tiang) perekonomian di Indonesia. Sebab Koperasi berasal dari rakyat, dikerjakan oleh rakyat, dan manfaatnya juga dirasakan oleh rakyat.
Karena itu, Bupati Ardiansyah mengapresiasi perkembangan koperasi di Kutim yang terus mengalami peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Beliau berharap koperasi dapat menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan ekonomi kerakyatan.
Salah satu contoh keberhasilan koperasi di Kutim adalah Koperasi Taruna Bina Mandiri di Kecamatan Kaubun. Koperasi ini telah berhasil memberdayakan para petani dengan hasil pertaniannya berupa produk holtikultura yang mampu menembus pasar ekspor, bahkan hingga ke Belgia dan Singapura.
“Keberhasilan ini patut menjadi contoh bagi koperasi lain di Kutim untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produknya,” kata Bupati Ardiansyah. (*/ADV)






