Mengenal Lebih Dekat Pustakawan SDN 002 Sangatta Selatan

Foto Kepala Perpustakaan SDN 002 Sangatta Selatan, Nur Hidaya., S.Si.

Sangatta, Pustakawan merupakan sebutan untuk orang-orang yang punya kompetensi dari pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan. Tugas seorang pustakawan adalah pengelolaan dan pelayanan perpustakan dalam hal mencari, mengumpulkan dan menyajikan informasi agar dapat membantu keinginan pengguna.

Pustakawan juga bertanggung jawab atas pengelolaan koleksi perpustakaan, baik buku, jurnal, majalah, buletin, maupun dokumen lainnya seperti CD dan DVD. Pustakawan juga bertindak sebagai ahli referensi yang memberikan saran dalam mencari data dan informasi sesuai dengan yang dikonsultasikan pemustaka (pengunjung perpustakaan).

Tugas itulah yang rutin setiap hari dikerjakan oleh Nur Hidaya., S.Si Kepala Perpustakaan SDN 002 Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur.Wanita cantik berhijab ini sangat ramah dan murah senyum terpancar saat melayani anggota perpustakaan maupun ketika menerima kunjungan tamu termasuk ketika menerima kunjungan Jurnalis media Online di Kutai Timur pada Kamis (17/11/2022),  pekan ini.

Nur Hidayah adalah seorang lulusan Sarjana Sains Biologi,IAIN Alauddin Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.

Meskipun ilmu yang dimilikinya jauh dari tugas saat ini mengurus Perpustakaan di SDN 002 Sangatta Selatan, namun bagi Nur Hidayah tidak sulit baginya untuk menjalakannya.Mengawali perbingannya, Nur panggilan akrabnya menyebutkan kalau saat ini jumlah murid SDN 002 berjumlah 425 orang dan 32 guru

“Semua guru dan murid atau sekitar 460 lebih menjadi anggota Perpustakaan yang dipimpinnya dengan koleksi buku fiksi dan non fiksi”kata Nur dengan wajah cantiknya.Dirinya menyatakan meskipun memiliki koleksi 420 buku, namun masih banyak buku yang dibutuhkan seperti buku referensi pembelajaran guru.

“Karena dalam 1 buku semua digabung,sehingga kurang maksimal digunakan untuk pengajaran”kata Nur Hidayah dengan mengenakan hijab berwarna abu-abu yang menutupi semua hingga badannya.

Dengan masih kekurangan koleksi buku, diripu n berharap jika ada bantuan buku dari Provinsi,seperti kamus bahasa Inggris.“Sebab saat ini menggunakan kurikulum baru,ada pembelajaran bahasa Inggris,namun untuk kelas 1 dan 4 saja. Sedangkan yang kelas lain masih menggunakan kurikulum lama 2013”ujar dia

Sejak tahun 2022 tambah Nur Hidayah, kurikulum baru ada pembelajaran bahasa Inggris untuk rombongan belajar (rombel) kelas 1 dan 4 saja.Guru-guru di SDN 002 kekurangan buku referensi untuk mengajar.Seperti Buku Agama,Bahasa Inggris,PJOK,Peta,Sejarah dan lainnya.

“Pengadaan buku biasanya bekerjasama dengan penerbit,seperti Air Langga.. Sedangkan buku ESPS adalah buku khusus mata pelajaran tapi terbagi-bagi”kata Nur Hidayah ( ADV/ROS).