
Hasil Risk Assessment Stadion Kudungga Sangatta Layak Gelar Liga 3 Nusantara
Sangatta – Stadion Kudungga di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dinyatakan layak menjadi lokasi penyelenggaraan kompetisi Liga 3 Nusantara musim 2026/2027. Kepastian ini diperoleh setelah stadion tersebut mengantongi nilai 78,85 persen dengan kualifikasi perak dalam penilaian risiko (risk assessment) oleh Tim Subdirektorat Audit Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Kalimantan Timur.
Penilaian yang berlangsung selama dua hari ini mengevaluasi sistem manajemen pengamanan stadion, kesiapan sarana dan prasarana, serta akses informasi. Hasil evaluasi tersebut menjadi salah satu syarat utama dalam proses penyelenggaraan kompetisi sepak bola itu.
Perwakilan Tim Penilai Ditpamobvit Polda Kaltim, Kompol Ahmad Abdullah, menyatakan bahwa secara umum Stadion Kudungga telah memenuhi kriteria kelayakan. Meski demikian, tim penilai tetap memberikan sejumlah rekomendasi perbaikan terhadap beberapa aspek yang dinilai belum optimal.
“Selama dua hari pelaksanaan risk assessment, Stadion Kudungga memperoleh nilai 78,85 persen dengan kualifikasi perak. Artinya, stadion ini dinyatakan layak untuk menyelenggarakan pertandingan Liga 3 Nusantara di Kutai Timur,” ujar Ahmad di Stadion Kudungga, Sangatta, Rabu (4/11/2026).
Ia menjelaskan bahwa temuan tim penilai tidak bersifat signifikan, tetapi tetap perlu ditindaklanjuti guna meningkatkan standar pengamanan stadion. Rekomendasi tersebut berkaitan dengan pembenahan sarana dan prasarana serta akses informasi.
Catatan perbaikan itu telah dikomunikasikan kepada pihak pengelola agar dapat ditindaklanjuti secara bertahap, sehingga sistem pengamanan dan kesiapan fasilitas stadion semakin optimal ke depannya.
Sementara itu, Kepala UPT Sarana dan Prasarana Olahraga Kudungga, Hadri Nirwan, menyebut hasil penilaian ini menjadi dasar penting bagi pengelola untuk melanjutkan persiapan penyelenggaraan kompetisi. Dari 60 kriteria penilaian yang diperiksa, terdapat 21 poin yang masih membutuhkan pembenahan.
“Alhamdulillah, dari hasil rekapitulasi kami memperoleh nilai 78,85 persen atau berada pada kualifikasi perak. Masukan-masukan yang disampaikan pada hari pertama akan segera kami tindak lanjuti,” kata Hadri.
Hadri menegaskan komitmen pihaknya untuk menuntaskan seluruh rekomendasi guna meningkatkan kualitas pengelolaan stadion. Hasil risk assessment ini selanjutnya akan digunakan sebagai dokumen pendukung dalam pengajuan perizinan penyelenggaraan Liga 3 Nusantara kepada pihak terkait. (*)





