
DisKop UKM Kutim Tingkatkan Kapasitas UMKM Gen Z Lewat 11 Seri Pelatihan
Sangatta, – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kutai Timur memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya dari kalangan generasi Z. Melalui 11 seri pelatihan sepanjang 2026, para pelaku usaha dibekali pengetahuan mulai dari motivasi berwirausaha, pencatatan keuangan, literasi permodalan hingga penyusunan rencana bisnis.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Ekonomi Kreatif Kutai Timur, Marhadyn, mengatakan peningkatan kapasitas UMKM menjadi salah satu program prioritas yang sedang dijalankan, terutama pada semester kedua atau triwulan keempat 2026.
Menurutnya, pembinaan tersebut tidak hanya ditujukan kepada pelaku usaha yang baru memulai bisnis, tetapi juga mereka yang sedang mengembangkan usaha agar mampu tumbuh secara terarah dan berkelanjutan.
“Yang pertama itu adalah peningkatan kapasitas bagi pengusaha-pengusaha UMKM, khususnya sasarannya kami utamakan pada generasi-generasi Gen Z,” ujar Marhadyn di ruang kerjanya pada Kamis (5/11/2026).
Materi pelatihan diberikan secara bertahap. Pelaku UMKM terlebih dahulu mendapatkan penguatan motivasi usaha, kemudian diarahkan memahami pencatatan dan pembukuan, akuntansi usaha, serta literasi keuangan.
Pengetahuan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan bisnis sekaligus memahami berbagai pilihan sumber permodalan, baik melalui program pemerintah maupun lembaga keuangan.
Selain materi dasar, DisKop UKM Kutim juga melaksanakan bimbingan teknis penyusunan “business plan” atau rencana bisnis. Dalam kegiatan tersebut, peserta dilatih menyusun kerangka perencanaan, menentukan kebutuhan awal usaha, hingga memikirkan strategi pengembangan produk dan perluasan bisnis.
Marhadyn menilai pelaku UMKM perlu memiliki perencanaan yang jelas, bukan sekadar membuka usaha tanpa memikirkan arah pengembangannya.
“Jadi sekarang tidak sekadar buka nasi kuning atau apa, tapi dia harus merencanakan,” katanya.
Ia menyebutkan, program tahun ini terdiri atas 11 seri pelatihan dan telah memasuki seri kelima. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut ditargetkan dapat diselesaikan pada Desember 2026.
Marhadyn berharap pembinaan itu dapat mendorong UMKM Kutai Timur naik kelas. Ia juga ingin generasi muda tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi mampu membangun usaha sendiri dan membuka kesempatan kerja bagi orang lain.
“Anak-anak Gen Z kita yang masih muda tidak berfokus untuk bekerja di perusahaan, tetapi bisa menciptakan usahanya sendiri dan bisa merekrut teman-temannya,” tuturnya. (Caya/ADV/*)





