
Gelar Kerja Bakti Bareng Polri, Pengelola Bank Sampah di Sangatta Harapkan Pendampingan Berkelanjutan dari DLH
SANGATTA – Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan ditunjukkan melalui kegiatan kerja bakti yang digelar Bank Sampah Induk (BSI) bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di lingkungan RT 22, Jalan Pinang Dalam. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Humas Polri.
Ketua BSI, Bejo, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, persoalan sampah yang semakin bertambah membutuhkan kepedulian bersama, baik dari warga maupun instansi terkait.
Selain kerja bakti, pertemuan BSI bersama ibu-ibu dan pengelola Bank Sampah Unit (BSU) juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah.
Bejo berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai aksi sesaat, tetapi dapat mendorong kebiasaan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara berkelanjutan.
“Sebagai warga yang peduli lingkungan, kami sangat mengharapkan DLH benar-benar aktif memberikan pembinaan. Jangan hanya dimintai data, tetapi setelah itu tidak ada pembinaan ataupun bantuan,” ungkap Bejo.
Menurutnya, keberadaan BSI dan BSU memiliki peran penting dalam mengajak masyarakat mengelola sampah secara lebih teratur. Melalui bank sampah, warga dapat didorong untuk memilah sampah serta mengurangi limbah yang dibuang begitu saja.
Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan pemerintah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), melalui pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan. Dukungan itu dinilai penting agar pengelola bank sampah memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengembangkan kegiatan di lingkungan masing-masing.
Bejo juga berharap DLH tidak hanya melakukan pendataan terhadap kelompok masyarakat yang aktif dalam pengelolaan sampah, tetapi turut menindaklanjutinya dengan program yang sesuai kebutuhan di lapangan.
“Harapan kami, pemerintah tidak hanya mendata, tetapi juga hadir mendampingi dan membantu sesuai kebutuhan di lapangan. Dengan begitu, masyarakat yang ingin menjaga lingkungan bisa lebih maksimal dalam mengelola sampah,” ujarnya.
Ia menilai, kolaborasi antara masyarakat, pengelola bank sampah, dan Polri dalam kegiatan kerja bakti dapat menjadi contoh pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Ke depan, Bejo berharap sinergi tersebut dapat terus diperkuat dan diikuti dengan pembinaan dari DLH. Dengan dukungan yang berkesinambungan, pengelolaan sampah berbasis masyarakat diharapkan semakin berkembang dan mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta nyaman. (Caya/*)





