KONI Kutim Kucurkan Dana TC untuk 64 Cabor, Patok Target Tembus Tiga Besar Porprov Kaltim

Ketua Umum KONI Kutim, Rudi Hartono

SANGATTA — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Timur (Kutim) secara resmi menyalurkan dana bantuan pemusatan latihan (Training Center/TC) dan try out kepada seluruh 64 cabang olahraga (cabor). Langkah ini diambil untuk mematangkan persiapan kontingen Kutim sekaligus mematok target optimistis menembus posisi tiga besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim mendatang di Kabupaten Paser.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum KONI Kutim, Rudi Hartono, usai menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) FORKI Kutim di Hotel Kutai Permai Sangatta, Kamis (30/7/2026).

Rudi mengungkapkan, landasan utama optimisme KONI Kutim berpatokan pada hasil manis pada porprov Kaltim di Kabupaten Berau sebelumnya. Kala itu, Kontingen Kutim berhasil mengamankan peringkat empat besar Kaltim.

“Saat di berau kemarin kita masuk empat besar. Nah, mudah-mudahan dengan persiapan yang ada dan TC yang lebih intensif ini, kita bisa menembus tiga besar di Porprov nanti,” ujar Rudi.

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, KONI Kutim memastikan penyaluran dana TC dan try out menyasar seluruh cabor tanpa terkecuali. Dari total 64 cabor yang terdaftar dalam pleno awal, semuanya mendapatkan kucuran dana agar fokus menggembleng para atlet.

Di tengah semangat latihan atlet, Rudi tak menampik adanya wacana pemangkasan cabor dari Panitia Besar (PB) Porprov Paser—dari 64 cabor menjadi 50 cabor—akibat isu ketidaksiapan venue.

Menanggapi gejolak ini, KONI Kutim secara tegas mendorong solusi agar pihak penyelenggara tidak mencoret cabang olahraganya, melainkan memangkas nomor tandingnya saja.

“Kasihan atlet kalau cabornya dibatalkan secara total. Mereka sudah ikutan babak pra-kualifikasi dan persiapan matang. Porprov ini pintu masuk menuju PON. Solusi dari teman-teman, bukan cabangnya yang dikurangi, tapi nomor tandingnya saja, agar seluruh 64 cabor tetap punya kesempatan tampil,” jelasnya.

Ia mencontohkan kejanggalan pada cabor hoki yang sempat diwacanakan tak dipertandingkan, padahal tim hoki Kaltim baru saja menyumbang medali emas di ajang PON.

Meski regulasi di Paser belum final, Rudi menginstruksikan seluruh ketua cabor dan atlet di Kutai Timur untuk tidak mengendurkan porsi latihan dan tetap menjalankan program TC yang telah didanai. “Saya sampaikan ke ketua-ketua cabor, walaupun belum ada kepastian regulasi dari PB Porprov, laksanakan saja TC-nya. Jadi saat dipertandingkan nanti, atlet kita sudah siap tempur. Bantuan dana sudah kita kucurkan, tinggal mereka manfaatkan semaksimal mungkin,” pungkas Rudi. (Caya/*)