Tinjau Demplot 1 Hektare, Ardiansyah Puji Sistem Pertanian Terintegrasi Pemuda Kutim Hebat

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi inisiatif kelompok Pemuda Kutim Hebat yang sukses mengelola lahan pertanian terintegrasi seluas satu hektare di Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara. Apresiasi tersebut disampaikan Bupati saat meninjau langsung demonstration plot (demplot) berkonsep tanpa limbah (zero waste) pada Minggu (21/6/2026).

​Dalam peninjauan tersebut, Ardiansyah menilai langkah nyata para pemuda ini sejalan dengan upaya daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri.

​”Saya berterima kasih kepada Pemuda Kutim Hebat yang telah menerjemahkan program pemerintah di dalam mengelola sumber daya alam yang kita miliki,” ujar Ardiansyah.

​Lahan pertanian yang dikelola sejak April 2026 tersebut membuktikan bahwa generasi muda mampu menciptakan sistem pertanian modern yang efisien, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi tinggi. Demplot ini menerapkan sistem sirkular yang menggabungkan tiga sektor sekaligus dalam satu hamparan, yakni perikanan, peternakan, dan hortikultura.

​Pada sektor perikanan, pemuda setempat membudidayakan ikan nila, patin, gabus, dan papuyu. Di sektor peternakan, terdapat ayam petelur dan ayam pedaging yang diternakkan dengan sistem kandang close house. Sementara untuk hortikultura, lahan tersebut ditanami pisang mauli, pepaya california, hingga sayuran hidroponik rakit apung seperti selada dan seledri.

​Perwakilan Pemuda Kutim Hebat, Habibi, menjelaskan bahwa kunci keberhasilan efisiensi di demplot ini terletak pada penerapan konsep zero waste, di mana limbah peternakan dan perikanan dimanfaatkan kembali sebagai pupuk.

​”Kotoran ayam kami fermentasi selama 14 hari menjadi kompos padat dan pupuk organik cair (POC). Lumpur kolam ikan juga kami sedot menjadi pupuk cair. Semua dikembalikan untuk nutrisi tanaman. Hasilnya, biaya pupuk kimia turun hingga 40 persen dan pertumbuhan tanaman lebih cepat,” jelas Habibi.

​Kunjungan Bupati Kutim ke lahan pertanian terintegrasi ini juga dirangkai dengan penutupan Pelatihan Hidroponik Rakit Apung dan Agribisnis Pemuda Kutim Hebat 2026. Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Kaltim Prima Coal (KPC) untuk mencetak petani milenial yang kompeten. (Caya/*)