Dua Pelajar Kaltim Lolos Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026

SAMARINDA – Dua pelajar asal Kalimantan Timur (Kaltim) resmi dinyatakan lolos sebagai calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Nasional Tahun 2026. Keduanya akan bertugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 mendatang di Jakarta.

Kedua pelajar berprestasi tersebut adalah Julita Rista Lestari dari SMA Negeri 1 Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Gus Luthfy Azka Nararya dari SMA YPVDP Kota Bontang. Keduanya sukses menembus seleksi ketat tingkat pusat yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada 15–19 Juni 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kaltim, Arih Franata Filifus Sembiring, menjelaskan bahwa keberhasilan kedua pelajar ini diraih setelah melalui tahapan seleksi berjenjang yang transparan mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

“Dari seleksi tingkat provinsi (3–9 Mei 2026), terpilih enam pelajar terbaik yang terdiri atas tiga putra dan tiga putri untuk dikirim ke seleksi tingkat nasional. Alhamdulillah, dua di antaranya lolos mewakili Kaltim,” ujar Sembiring saat dikonfirmasi, Selasa (23/6/2026).

Sembiring berharap kedua utusan Benua Etam ini dapat memberikan performa terbaik dan berpeluang menduduki posisi strategis dalam formasi upacara kenegaraan nanti.

“Harapan kita mereka bisa memberikan penampilan terbaik di tingkat nasional, misalnya berpeluang menjadi petugas pembentang bendera maupun pembawa baki yang tergabung dalam kelompok delapan,” tambahnya.

Sebagai persiapan matang, Kesbangpol Kaltim sebelumnya telah membekali para peserta dengan pelatihan psikologi, penguatan mentalitas, serta sesi sharing bersama Purna Paskibraka mengenai pengalaman dan tips menghadapi penugasan pusat.

Kedua wakil Kaltim ini dijadwalkan bertolak ke Jakarta pada pertengahan Juli 2026 untuk menjalani Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) bersama perwakilan dari 37 provinsi lainnya di Indonesia.

Lebih lanjut, Sembiring menegaskan seluruh proses seleksi berjalan secara terbuka dan profesional melalui aplikasi “Transparansi Paskibraka BPIP”. Komponen penilaian kini tidak hanya bertumpu pada syarat fisik seperti tinggi badan (putra 170–180 cm dan putri 165–175 cm), tetapi juga mencakup kesehatan, keterampilan baris-berbaris, etika, hingga rekam jejak digital di media sosial.

Melihat tingginya minat pelajar dari tahun ke tahun, Kesbangpol Kaltim turut mengimbau siswa-siswi kelas X SMA/sederajat di seluruh daerah untuk tidak ragu mendaftarkan diri pada periode berikutnya sebagai wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, dan jiwa nasionalisme. (*)