
Dinkes Kutim Terjunkan Dokter Spesialis ke Sandaran, Dekatkan Layanan di Wilayah Terpencil
SANDARAN – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Kesehatan resmi meluncurkan program Pelayanan Kesehatan Bergerak di Daerah Terpencil Perbatasan Kepulauan (DTPK). Kegiatan perdana di tahun 2026 ini dipusatkan di Desa Susuk Tengah, Kecamatan Sandaran, Kamis (7/5/2026).
Program ini merupakan bagian dari 50 Program Prioritas Daerah yang bertujuan untuk memeratakan akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah pesisir yang sulit menjangkau fasilitas medis perkotaan.
Peluncuran program tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kutim, Siti Robiah Ardiansyah. Dalam aksi jemput bola ini, tim medis yang diterjunkan mencakup dokter spesialis di bidang, Kandungan (Obsgyn), Anak, Bedah dan Penyakit Dalam;
Wakil Bupati Mahyunadi menegaskan bahwa perluasan akses kesehatan adalah kunci utama dalam meningkatkan derajat hidup masyarakat. Menurutnya, layanan bergerak ini menjadi solusi transisi yang paling efektif di tengah upaya pemerintah memperbaiki konektivitas infrastruktur wilayah.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kutim, Triana Nur, menjelaskan bahwa pemilihan Kecamatan Sandaran sebagai lokasi titik awal didasarkan pada data kesehatan yang krusial. Wilayah ini masih menghadapi tantangan berupa tingginya angka kematian ibu dan anak, serta prevalensi stunting (tengkes).
“Pelayanan kesehatan bergerak ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan kehadiran negara dalam memberikan hak dasar kesehatan. Kami ingin masyarakat di wilayah terpencil mendapatkan pelayanan yang optimal,” ujar Triana.
Layanan di Sandaran ini merupakan pembuka dari rangkaian program serupa yang dijadwalkan menyisir delapan titik lokus pelayanan di berbagai kecamatan sepanjang tahun 2026. Setelah Sandaran, tim medis dijadwalkan bergerak menuju Kecamatan Muara Bengkal.
Strategi ini juga mengintegrasikan program Dokter Kapal yang sebelumnya telah beroperasi di jalur laut wilayah Sandaran hingga Manubar. Sinergi layanan jalur darat dan laut ini diharapkan mampu menciptakan jaring pengaman kesehatan yang lebih solid bagi masyarakat di wilayah tertinggal dan perbatasan di Kabupaten Kutai Timur. (*)






