
Kutim Lolos Syarat Terima Bantuan Angkutan Perintis dari Kementerian Tahun Depan
Sangatta – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bakal menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang berhasil memenuhi persyaratan untuk menerima bantuan program angkutan perintis dari kementerian pada tahun depan.
Program ini disiapkan untuk memperkuat konektivitas transportasi antarkecamatan yang selama ini belum optimal. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, Abdul Muis, saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (03/11/2026).
“Alhamdulillah, Kutim satu-satunya di Kalimantan Timur yang mendapatkan bantuan angkutan perintis karena memenuhi persyaratan dibandingkan kota-kota lain,” ujar Abdul Muis.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran angkutan perintis ini merupakan tindak lanjut dari perencanaan yang telah disusun oleh pemerintah daerah. Sebelumnya, Dishub Kutim telah memasukkan proposal pengajuan untuk sejumlah rute pelayanan ke pihak kementerian.
Dari empat rute yang diusulkan dalam proposal tersebut, kementerian menyetujui realisasi satu jalur terlebih dahulu untuk tahap awal pada tahun depan. Jalur perdana yang akan mendapatkan layanan angkutan perintis itu meliputi rute Sangatta, Rantau Pulung, Wahau, hingga Kombeng.
“Insyaallah tahun depan Kutim mendapatkan bantuan itu, tetapi baru satu jalur, yakni Sangatta, Rantau Pulung, Wahau, dan Kombeng,” jelasnya.
Sementara itu, tiga rute lainnya yang turut diusulkan meliputi jalur Kota Sangatta (Sangatta Utara)–Bengalon–Kaliorang–Sangkulirang, jalur Sangatta–Batu Ampar–Muara Bengkal–Muara Ancalong, serta jalur lintas daerah Samarinda–Muara Bengkal–Muara Ancalong.
Khusus untuk rute Samarinda menuju Muara Bengkal dan Muara Ancalong, Abdul Muis menyebutkan bahwa jalur tersebut sejatinya berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi. Kendati demikian, pihak Dishub Kutim tetap memasukkannya ke dalam usulan resmi melalui tanda tangan Bupati Kutim.
Terkait belum disetujuinya tiga jalur usulan lainnya untuk tahun depan, Abdul Muis menerangkan bahwa hal itu disebabkan oleh faktor kelengkapan syarat pendukung di lapangan.
“Yang lainnya belum karena faktor data dukungnya, termasuk ketersediaan terminal,” pungkasnya. (Caya/ADV/*)





