
Perumdam Kutim Siapkan Pemasangan 7,2 Kilometer Jaringan Pipa Air Bersih di Danau Redan
Telukpandan – Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Perumdam Kutim) menyiapkan pemasangan jaringan perpipaan sepanjang 7.223 meter di Desa Danau Redan, Kecamatan Teluk Pandan. Pekerjaan ini ditargetkan rampung sebelum Hari Raya 2027 untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan air bersih.
Rencana pengembangan jaringan tersebut disosialisasikan Perumdam Kutim bersama pemerintah Desa Danau Redan di ruang kerja Kantor Desa Danau Redan, Kamis (29/10/2026).
Kepala Unit Teluk Pandan Perumdam Kutim, Buyung Anggali W.W., mengatakan, pembangunan jaringan mencakup tiga ukuran pipa dengan total panjang sekitar 7,2 kilometer.
Rinciannya, pipa berdiameter 160 milimeter sepanjang 1.000 meter, pipa berdiameter 110 milimeter sepanjang 888 meter, dan pipa berdiameter 63 milimeter sepanjang 5.335 meter.
Jalur pemasangan direncanakan mengikuti jalan poros, mulai dari sekitar lapangan voli hingga kawasan Kantor Desa Danau Redan.
Buyung berharap pemerintah desa turut menyampaikan informasi rencana pekerjaan tersebut kepada masyarakat, terutama warga yang tinggal di sepanjang jalur pemasangan pipa.
Menurut dia, dukungan masyarakat diperlukan agar proses pengerjaan dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan gangguan berkepanjangan terhadap aktivitas warga.
“Kami juga berharap pemerintah desa bisa memasukkan usulan jaringan pipa untuk wilayah yang belum terjangkau melalui Musrenbang, sehingga bisa diperjuangkan dalam anggaran 2027. Termasuk lokasi yang belum masuk pekerjaan tahun ini, seperti kawasan jalan usaha tani,” ujarnya.
Dia menambahkan, Perumdam akan mengupayakan proses pengerjaan berlangsung cepat. Setelah penggalian dan pemasangan pipa selesai, lubang galian akan segera ditutup kembali.
“Nanti pengerjaan kami usahakan cepat. Setelah digali dan pipa dipasang, langsung ditimbun kembali agar tidak mengganggu aktivitas warga terlalu lama,” katanya.
Rencana pemasangan jaringan pipa tersebut mendapat sambutan positif dari pemerintah Desa Danau Redan. Namun, pemerintah desa juga menyampaikan sejumlah masukan, terutama terkait sosialisasi kepada warga dan keselamatan selama pekerjaan berlangsung.
Kaur Umum Desa Danau Redan, Syarif, mengatakan masyarakat selama ini kerap menanyakan perkembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional serta kepastian peningkatan pelayanan air bersih di wilayah mereka.
Dia menyebutkan, pemerintah desa telah mengingatkan warga agar tidak mendirikan bangunan di sisi jalan yang menjadi jalur rencana pemasangan pipa.
Meski demikian, setelah melihat gambar rencana jaringan dari Perumdam, terdapat beberapa jalur tambahan yang perlu kembali disosialisasikan kepada masyarakat.
“Warga sudah kami beritahu agar tidak membangun di sisi jalan. Alhamdulillah warga mengerti. Nanti tolong diinformasikan juga kapan kegiatan berlangsung, supaya masyarakat bisa mengetahui dan mempersiapkan diri,” ujarnya.
Masukan lain disampaikan Kasi Pemerintahan Desa Danau Redan, Yusuf. Dia meminta Perumdam memperhatikan aspek keselamatan masyarakat selama proses penggalian berlangsung.
Menurut dia, lubang galian yang dibiarkan terbuka terlalu lama berpotensi membahayakan warga yang melintas.
“Galiannya jangan lama-lama, Pak. Soalnya warga sering jatuh di galian pipa itu. Kalau bisa setelah pipa masuk, galian langsung ditutup kembali,” katanya.
Yusuf juga mengusulkan agar Perumdam Kutim meninjau potensi sumber air sungai di wilayah perbatasan Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Dia menjelaskan, masyarakat di sekitar RT 7 selama ini memanfaatkan air sungai secara swadaya. Untuk mendukung operasionalnya, warga mengumpulkan iuran sebesar Rp 20.000 per rumah setiap bulan.
“Sungai itu kami manfaatkan, Pak. Kami iuran untuk operasionalnya, satu rumah Rp 20 ribu per bulan, mencakup warga RT 7. Siapa tahu bisa Perumdam manfaatkan untuk pengolahan, sehingga lebih banyak warga yang bisa menikmati layanan air bersih,” tuturnya.
Sementara itu, Staf Perencanaan Teknik Perumdam Kutim, Zima Mauliannur, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pengembangan jaringan perpipaan, khususnya di Kecamatan Teluk Pandan.
Perumdam menargetkan pekerjaan dapat diselesaikan sebelum Hari Raya 2027. Untuk mengejar target tersebut, persiapan dokumen administrasi dan kebutuhan teknis dijadwalkan mulai pertengahan November 2026.
“Pertengahan November persiapan dokumen dan teknis lainnya. Akhir bulan kita sudah bisa jalan,” kata Zima.
Selain persiapan teknis, Perumdam juga meminta pemerintah Desa Danau Redan mengisi surat peminatan pelayanan air bersih.
Dokumen tersebut akan menjadi salah satu dasar untuk memetakan kebutuhan masyarakat, menyusun usulan pengembangan jaringan, serta merencanakan perluasan pelayanan ke wilayah yang belum terjangkau.
“Format surat akan segera kami serahkan. Dokumen ini penting sebagai dasar bagi Perumdam untuk mengusulkan jaringan pipa dan program pelayanan air bersih lainnya,” jelasnya. (*)





