
Lima Kecamatan Masih Merah, Disdikbud Kutim Belum Buka Pembelajaran Tatap Muka
Sangatta – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) belum membuka kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di seluruh satuan pendidikan. Pasalnya, kondisi kualitas udara di lima kecamatan masih dinyatakan belum aman berdasarkan pemberitahuan resmi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim.
Kepala Disdikbud Kutim Mulyono mengatakan, pembelajaran masih dilaksanakan secara Jarak Jauh (PJJ) sejak 18 September 2026. Kebijakan tersebut berlaku sampai ada pemberitahuan resmi mengenai kondisi yang memungkinkan sekolah kembali melaksanakan PTM.
“PJJ di sekolah itu kan kita ada edaran internal, ada juga edaran kabupaten. Kalau edaran kabupaten itu sifatnya umum keseluruhan, internal sifatnya kelas apa khusus pendidikan. Di sana dijelaskan PJJ dimulai tanggal 18 September kemarin sampai dengan ada pemberitahuan resmi,” ujar Mulyono.
Menurutnya, hingga saat ini pemberitahuan resmi dari Dinkes Kutim masih menunjukkan terdapat lima kecamatan yang kondisi kualitas udaranya belum terlalu aman atau masih berada dalam kategori merah.
“Hari ini pemberitahuan resmi dari Dinas Kesehatan itu masih ada lima kecamatan yang kondisinya masih belum terlalu aman atau masih merah,” katanya.
Lebih lanjut Mulyono menjelaskan, karena edaran yang diterbitkan berlaku untuk seluruh wilayah Kutim, maka kebijakan PJJ juga diterapkan secara keseluruhan. Disdikbud masih menunggu kondisi kualitas udara membaik sebelum mengembalikan proses pembelajaran ke sekolah.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak bersabar dan mengikuti kebijakan yang berlaku. Mulyono berharap kondisi udara segera membaik sehingga PTM dapat kembali dilaksanakan.
“Kalau memang kondisi sudah baik, ya pasti kita kembalikan lagi. Mudah-mudahan lah segera,” ujarnya (Butsainah/ADV/*)





