
Dipasok dari Peternak Lokal, Sapi Kurban Presiden di Kutim Berbobot 920 Kg
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) memastikan kesiapan hewan kurban bantuan dari Presiden Republik Indonesia untuk perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Sapi tersebut dipastikan memiliki kualitas unggul dengan bobot mencapai 920 kilogram.
Pejabat Fungsional Medik Veteriner Muda DTPHP Kutim, drh. Cut Meutia, menjelaskan bahwa sapi yang dipilih merupakan hasil ternak lokal dari wilayah Sangatta Selatan. Pemilihan peternak lokal dilakukan untuk memenuhi standar pengadaan yang ditetapkan pemerintah pusat, yang mengutamakan sapi dari peternak langsung guna memastikan riwayat pemeliharaan yang jelas.
“Sapi ini berasal dari peternak lokal. Sesuai ketentuan, pengadaan sapi kurban Presiden harus dari peternak, bukan pedagang. Sapi ini sudah melalui proses seleksi ketat, mulai dari asal-usul ternak hingga bobot yang sesuai dengan permintaan pemerintah pusat,” ujar Cut Meutia, Selasa (26/5/2026).
Terkait performa fisik, sapi tersebut menunjukkan pertumbuhan yang optimal. Setelah melalui masa pemeliharaan intensif, berat badan sapi yang semula sekitar 870 kilogram kini telah bertambah mencapai 920 kilogram, atau mendekati standar satu ton.
Selain bobot, aspek kesehatan menjadi fokus utama DTPHP Kutim. Sebagai langkah antisipasi terhadap penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), tim kesehatan hewan telah melakukan serangkaian prosedur medis, mulai dari pemeriksaan fisik menyeluruh hingga pemberian vaksinasi.
“Pemeriksaan fisik mencakup kondisi tubuh, bola mata, gigi, gusi, hingga lidah. Sapi ini juga sudah divaksin dan dipastikan bebas dari PMK. Kami tetap akan melakukan pengecekan kesehatan kembali saat sapi tiba di lokasi penerima bantuan untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap terjaga,” tegasnya.
Program pemberian hewan kurban dari Presiden ini telah berjalan di Kutai Timur selama dua tahun terakhir. Langkah ini diharapkan tidak hanya memberikan keberkahan bagi masyarakat saat Iduladha, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap para peternak lokal di daerah.(*)






