DPRD Sebut Tak Masalah Proyek Multi Years Dilanjutkan Selama Perhitungannya Tepat

Foto : Wakil Ketua 1 DPRD Kutim Sayid Anjas

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dipastikan akan tetap melanjutkan program proyek multiyears (tahun jamak) pada tahun anggaran 2026 mendatang, meskipun proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) anjlok tajam hingga di angka Rp 4,8 triliun.

Penurunan signifikan APBD ini menuntut Pemkab dan DPRD harus melakukan perampingan nilai kontrak proyek agar pembangunan infrastruktur strategis tetap berjalan.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua I DPRD Kutim, Sayid Anjas, menyatakan bahwa proyek infrastruktur multiyear yang menjadi tulang punggung pemerataan pembangunan di Kutimmasih sangat dimungkinkan untuk dilanjutkan, namun dengan penyesuaian skala prioritas dan besaran anggaran.

“Saya rasa kalau nanti dihitung ulang. Ini yang tadinya mereka bikin multi years katakan 10, mungkin sudah mau dibikin 6 atau 5. Saya rasa wajar saja itu. Masih bisa aja dilakukan. Yang penting perhitungannya masih tepat dan dirampingkan,” kata Sayid Anjas kepada media ini

Anjas menjelaskan, kondisi fiskal Kutim yang menurun drastis—dari sebelumnya hampir mencapai Rp 10 triliun otomatis memaksa semua perencanaan proyek harus menyesuaikan diri. Rencana awal yang telah dicanangkan, khususnya pada masa pencanangan di 2025, tidak dapat dipertahankan sepenuhnya.

Perampingan akan berfokus pada rasionalisasi nilai dan cakupan kontrak proyek tanpa menghentikan proyek strategis yang telah berjalan. Proyek multiyears yang diprioritaskan biasanya mencakup perbaikan dan pembangunan jalan, jembatan, serta infrastruktur dasar lainnya untuk mengatasi ketimpangan di wilayah pedalaman, sesuai komitmen Pemkab.

Meskipun prinsip keberlanjutan proyek multiyears telah disepakati, Sayid Anjas mengingatkan bahwa skema final dan besaran anggaran proyek tersebut belum ditetapkan. Semua masih menunggu pengajuan resmi dari Pemkab kepada DPRD.

“Nah, karena keadaan begini otomatis menyesuaikan saya rasa untuk multi years. Tapi nanti kita lihat karena belum juga diajukan ke DPRD,” tegasnya, (caya/*/ADV)