
Perkuat SDM Transportasi, Pemkab Kutai Timur Jalin Kerja Sama dengan BPSDMP dan STTD Bekasi
SEMARANG — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) resmi menjalin kerja sama Pola Pembibitan Sumber Daya Manusia (SDM) Transportasi dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama Kepala BPSDMP Soeharto di Auditorium Balai Mas Pardi, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026).
Sebagai bentuk implementasi teknis, Pemkab Kutim juga menandatangani PKS lanjutan dengan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi. Langkah ini ditujukan untuk mencetak aparatur transportasi yang profesional dan berintegritas guna menjawab tantangan pembangunan sektor transportasi daerah maupun nasional.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menilai kerja sama ini sebagai peluang strategis untuk mempersiapkan generasi muda daerah dalam mendukung pembangunan. Kebutuhan akan SDM transportasi yang kompeten dinilai mendesak seiring dengan tingginya pertumbuhan industri, pertambangan, perkebunan, serta kebutuhan konektivitas antarkecamatan di Kutai Timur.
Sinergi ini diharapkan mempercepat terwujudnya sistem transportasi daerah yang aman, nyaman, tertib, efisien, dan berkelanjutan, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Kepala BPSDMP Soeharto menjelaskan, kesepakatan yang ditandatangani berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang. Melalui skema ini, Pemkab Kutim berpeluang mengirimkan putra-putri terbaik daerah untuk menempuh pendidikan kedinasan di perguruan tinggi bawah naungan Kemenhub.
”Setiap pemerintah daerah berpeluang memperoleh alokasi maksimal lima peserta setiap tahun sesuai formasi yang tersedia. Formasi ini tidak mengurangi kuota ASN milik pemda karena disiapkan khusus oleh Kemenhub,” ujar Soeharto.
Ia mengimbau pemerintah daerah agar melakukan pendampingan kepada para calon peserta agar siap mengikuti proses seleksi.
Selain kuota pendidikan kedinasan, BPSDMP juga siap memberikan dukungan teknis berupa penyusunan master plan transportasi daerah dan program peningkatan kompetensi masyarakat. Pemkab Kutim cukup menyediakan lokasi pelatihan, sementara BPSDMP akan menerjunkan instruktur ke daerah.
Soeharto menekankan pentingnya kesiapan SDM di tengah ketimpangan pertumbuhan kendaraan bermotor yang mencapai 8–13 persen per tahun, sementara pertumbuhan infrastruktur jalan hanya berkisar 6,1 persen.
”Transportasi tidak mengenal batas kewenangan. Yang diharapkan masyarakat adalah pelayanan yang aman, nyaman, dan efisien. Investasi pada manusia adalah hal utama,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah pemerintah daerah lainnya, seperti Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kota Denpasar, Kabupaten Kendal, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Kerinci, dan Kabupaten Demak. (*)






