Jimmi ; Kutim Harus Berani Mandiri, Tak Cukup Hanya Mengandalkan Dana Transfer Pusat

Ketua DPRD Kutim Jimmi

Kutai Timur, – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk berani berinovasi dalam mencari sumber pembiayaan pembangunan dan tidak lagi hanya bergantung pada Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat.

Ketua DPRD Kutim Jimmi menegaskan bahwa ketergantungan pada dana transfer pusat seringkali menghambat percepatan proyek-proyek strategis daerah.

“Pemerintah pusat kini mendorong daerah agar lebih mandiri secara finansial. Salah satu caranya melalui pinjaman daerah yang bisa digunakan untuk mempercepat proyek-proyek produktif,” ujar Jimmi kepada sejumlah awak media belum lama ini

Menurutnya, pinjaman daerah adalah opsi strategis untuk memperluas ruang fiskal dan mempercepat pembangunan infrastruktur. Opsi ini dinilai realistis sebagai solusi jangka menengah bagi Kutim, asalkan diterapkan dengan prinsip kehati-hatian dan transparansi.

“Kita ini punya banyak program prioritas yang butuh pembiayaan cepat. Kalau menunggu dana transfer pusat, sering kali tidak cukup. Jadi pinjaman bisa menjadi solusi yang realistis,” tambahnya.

Meskipun mendukung inovasi pembiayaan. Kata Ketua DPRD Kutim Jimmi jika DPRD memberikan penekanan serius pada perlunya validasi menyeluruh terhadap potensi keuangan Kutim sebelum Pemda mengajukan pinjaman.

Jimmi mengingatkan bahwa pemerintah pusat akan menilai ketat kemampuan daerah dari sisi pendapatan dan efisiensi anggaran sebelum menyetujui setiap pengajuan pinjaman.

“Kalau mekanismenya jelas dan hasilnya untuk kesejahteraan masyarakat, saya kira pinjaman daerah ini langkah maju. DPRD siap mendukung, namun harus didasari kajian yang matang,” tutupnya. (Caya/*/ADV)