Kukar Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%: Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Sukses Percepatan Ekonomi Daerah

TENGGARONG —Kabupaten Kutai Kartanegara bertekad mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada tahun 2025, angka yang ambisius dan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2025-2029. Tekad ini bukan sekadar wacana. Ia diwujudkan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (PPED) yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara, Dr. H. Sunggono.

Acara yang digelar di Aula Martadipura Kantor Bappeda Kukar ini dihadiri para pemimpin kunci, mulai dari unsur Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah, BUMN, BUMD, hingga perwakilan asosiasi. Semuanya berkumpul dengan satu visi: bersinergi dan berkolaborasi untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi Kutai Kartanegara yang lebih kuat dan berkelanjutan. Kolaborasi ini disebut sebagai mesin penggerak dalam mewujudkan Kukar sebagai bagian penting dari lokomotif ekonomi nasional.

Untuk mencapai target 8%, Pemkab Kukar telah membentuk Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (PPED) melalui Keputusan Bupati Nomor 249 Tahun 2025. Tim ini diketuai langsung oleh Sekda Dr. H. Sunggono dan beranggotakan perwakilan dari perangkat daerah terkait, unsur kejaksaan, kepolisian, TNI, hingga Bank Indonesia.

Tugas tim ini sangat jelas: memantau, mengawal, dan melaporkan sembilan langkah konkret yang telah ditetapkan.

Plt Kepala Bappeda Kukar, Syarifah Vanessa Vilna, menambahkan bahwa sembilan langkah tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari percepatan realisasi APBD, peningkatan investasi, pembangunan infrastruktur, hingga pengendalian harga.

Dalam sambutannya, Dr. Sunggono menekankan tiga pilar utama yang harus dipegang teguh oleh tim PPED:

  • Kolaborasi Tanpa Ego Sektoral: Sunggono menegaskan, keberhasilan hanya dapat diraih melalui kerja sama sinergis. Setiap bidang kerja adalah bagian dari sistem besar. Forum ini menjadi wadah untuk berbagi data dan mencari solusi bersama.
  • Akurasi dan Kecepatan: Kinerja tim akan dipantau langsung oleh pemerintah pusat melalui sebuah portal daring. Hal ini menuntut semua pihak untuk bekerja dengan disiplin dan akurat. Data yang valid adalah fondasi untuk kebijakan yang tepat sasaran.
  • Inovasi: Anggota tim diminta untuk tidak hanya terjebak dalam rutinitas. Sembilan langkah konkret adalah panduan, namun inovasi dan terobosan baru yang sesuai dengan potensi lokal Kukar sangat dibutuhkan untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi.

Dr. Sunggono berharap pertemuan ini menjadi titik awal yang solid. “Semua memiliki pemahaman yang sama, semangat yang sama, dan tujuan yang sama: mewujudkan pertumbuhan ekonomi Kutai Kartanegara yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan demi kesejahteraan seluruh masyarakat,” pungkasnya. (*)