Parkir Liar Truk Renggut Nyawa Anak, HMI Minta Tindak Tegas Truk Parkir Sembarangan 

Oplus_16908288

Sangatta – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sangatta mendesak Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Timur untuk (Kutim) mengambil tindakan tegas terhadap pemilik truk yang parkir sembarangan di tepi jalan, tanpa penanda sesuai aturan lalu lintas.

 

Desakan ini menyusul kecelakaan tragis yang merenggut nyawa seorang anak berusia enam tahun pada Kamis (3/4/2025) pukul 13.45 WITA.

 

Ketua HMI Cabang Sangatta, Siswandi, menegaskan bahwa parkir sembarangan adalah pelanggaran serius yang mengancam keselamatan pengguna jalan.

 

“Kami meminta Satlantas Polres Kutim memberikan sanksi tegas kepada pemilik kendaraan yang parkir sembarangan. Ini bukan sekadar kelalaian, tetapi pelanggaran yang dapat mengancam nyawa,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Kutai Timur, AKP Ning Tyas Widhas Mita, mengonfirmasi bahwa korban meninggal adalah anak dari pengendara motor yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

 

“Menurut informasi awal, pengendara motor mengalami pusing saat berkendara, kehilangan kendali, dan menabrak truk yang sedang terparkir akibat kerusakan,” jelasnya.

 

Pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk mengetahui kondisi pengendara, termasuk kemungkinan pengaruh alkohol atau obat-obatan.

 

“Kami akan melakukan uji lebih lanjut. Hasil dari dokter akan menentukan apakah ada faktor lain yang memengaruhi kondisi pengendara saat kecelakaan terjadi,” tambah AKP Ning Tyas.

 

Menanggapi kejadian ini, AKP Ning Tyas menegaskan bahwa patroli dan penertiban parkir liar akan terus ditingkatkan. “Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berkendara, terutama jika merasa tidak sehat. Lebih baik beristirahat daripada memaksakan diri dan berisiko kecelakaan fatal,” ujarnya.

 

Ia juga menyoroti keluhan masyarakat terkait kendaraan yang parkir di trotoar dan bahu jalan, yang sering menyebabkan kemacetan dan kecelakaan. “Kami akan terus melakukan patroli dan penindakan, tetapi dukungan masyarakat sangat penting. Kadang, saat kami menertibkan kendaraan parkir liar, justru muncul narasi yang menyudutkan polisi,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kutai Timur, Joko Suripto, yang baru mengetahui kejadian ini dari wartawan, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan, terutama di trotoar dan ruas jalan berisiko.

 

“Kami rutin melakukan patroli dan sudah menertibkan parkir liar di beberapa lokasi. Trotoar bukan tempat parkir, melainkan untuk pejalan kaki,” jelasnya.

 

Dalam tiga bulan terakhir, sudah terjadi dua kecelakaan maut di Kutai Timur akibat truk parkir sembarangan. Pada akhir Januari lalu, seorang remaja meninggal setelah menabrak truk yang terparkir di Ring Road APT Pranoto.

 

Joko menekankan bahwa pihaknya akan meningkatkan patroli setelah libur Lebaran dan berkoordinasi dengan instansi terkait. “Kami sedang mengkaji kebijakan baru, termasuk kemungkinan penerapan peraturan daerah atau peraturan bupati yang lebih tegas terkait parkir liar,” ujarnya.

 

Sebagai langkah pencegahan, Dishub Kutai Timur juga berencana memasang rambu-rambu lalu lintas di titik rawan kecelakaan, seperti batas kecepatan dan tikungan tajam. (Kiya/*)