Tertibkan Pengetap BBM, Disperindag Kutim Siap Terapkan Aturan Baru

Sangatta – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur (Kutim) tengah mengambil langkah serius dalam menertibkan aktivitas pengetap BBM. Hal ini dibuktikan dengan studi tiru yang dilakukan ke Samarinda untuk mempelajari strategi yang efektif.

Menurut Fungsional Pengawas Perdagangan Disperindag Kutim, Achmad Doni Erviady, sebelum penertiban diberlakukan, Disperindag Kutim akan terlebih dahulu menyusun Peraturan Bupati (Perbub) yang mengacu pada hasil studi tiru tersebut.

“Saat ini kami sedang menyusun Perbub untuk mengatur para pengecer. Untuk tahap awal, pembelian BBM akan dilakukan menggunakan barcode yang memuat jatah pengambilan BBM per hari, yaitu maksimal 120 liter,” jelas Doni.

Meskipun barcode memungkinkan pembelian hingga 120 liter, penggunaannya hanya diperbolehkan sekali dalam sehari. Artinya, pembelian BBM dibatasi sesuai dengan kapasitas tangki kendaraan.

“Jika tangki mobil hanya 50 liter, maka hanya 50 liter yang bisa dibeli per hari. Meskipun jatahnya 120 liter, barcode tidak bisa digunakan kembali untuk mengisi di SPBU yang sama setelah pengisian pertama,” jelas Doni.

Dengan penerapan barcode, aturan lama yang membatasi pembelian BBM hanya 40 liter per hari tidak berlaku lagi. Hal ini dikarenakan barcode telah mengatur jatah harian yang lebih besar, yaitu 120 liter. “Bagi pengendara yang melakukan perjalanan jauh dan BBM habis di sore atau malam hari, maka harus mengisi mobil dengan BBM non-subsidi,” terangnya.

Doni menyadari bahwa penggunaan barcode tidak sepenuhnya dapat mencegah pengetap yang memiliki banyak mobil untuk mengisi BBM berkali-kali.”Memang benar, jika pengetap memiliki beberapa mobil, mereka bisa mengisi setiap mobilnya dengan barcode. Hal ini menjadi kendala yang masih belum bisa kami atasi,” pungkasnya.

Penertiban pengetap BBM di Kutim diharapkan dapat membantu dalam mendistribusikan BBM secara lebih merata dan tepat sasaran, serta mencegah kelangkaan BBM di masyarakat. (K/KE)

Berita Terbaru