DPRD Kutim Libatkan Masyarakat dalam Pembahasan Raperda, Sosialisasi Digelar di Lokasi Prioritas

Kaltim, Parlementaria888 Dilihat

Sangatta – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) berkomitmen untuk melibatkan masyarakat dalam proses legislasi. Hal ini dibuktikan dengan langkah proaktif DPRD untuk menyosialisasikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) sebelum disahkan.

Ketua DPRD Kutim, Joni, menjelaskan bahwa sosialisasi Raperda dilakukan untuk memastikan masyarakat memahami dan memiliki rasa memiliki terhadap regulasi yang akan diberlakukan.

“Pembahasan Perda dulu dan sekarang beda. Kalau dulu, Perda telah disahkan baru disosialisasikan. Namun sekarang, sebelum disahkan, disosialisasikan pada masyarakat, agar semua tau, jika nanti akan ada Perda tersebut seperti itu. Sehingga saat di sahkan, semua sudah paham. Bahkan dalam pembahasan setiap Raperda, itu melibatkan masyarakat terutama stakeholder terkait,” kata Joni, Senin (3/6/2024).

DPRD Kutim tidak hanya menyosialisasikan Raperda, tetapi juga memilih lokasi yang tepat untuk setiap sosialisasi. Hal ini bertujuan agar sosialisasi tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Kita tempatkan sosialisasi Raperda HIV Aids di Wahau, karena di sana berdasarkan informasi dari Ketua Harian KPAD Kutim, Harmaji, angka pengidap HIV/AIDS tertinggi,” jelas Joni.

Contoh lain adalah sosialisasi Raperda Penanggulangan Kebakaran yang dilakukan di Bengalon, mengingat daerah tersebut rawan terjadi kebakaran. Sementara itu, sosialisasi Raperda Kesetaraan Gender dilakukan di Sangkulirang.

“Terakhir, yang akan kita sosialisasikan Raperda Ketertiban Umum di Sangatta, karena ini kota. Nanti, kita akan undang tokoh masyarakat di Sangatta saat pembahasan. Setelah sosialisasi dan pembahasan, baru kita melakukan studi banding dengan daerah lain,” tutup Joni. (*/ADV)

Berita Terbaru