Lahan KTM Sudah Dijarah, Pemkab Minta Provinsi Lanjutkan Programnya

Sangatta…Proyek Kota Terpadu Mandiri (KTM) Kaliorang yang digadang-gadang bakal menjadi kawasan modern dan mampu mengembangkan usaha baru, ternyata tinggal kenangan. Bahkan, lahannya telah dikuasi sebagian oleh masyarakat. Beruntung, beberapa fasilitas yang ada di sana, sebagai penanda jika di situ pernah ada proyek, seperti tugu KTM, masjid, masih utuh, namun sudah ditutupi semak belukar.

Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengakui, jika dirinya telah mendapat laporan dari masayarakat kalau KTM, telah dikuasai masyarakat. Karena itu, pihaknya akan mengusulkan agar pemerintah provinsi dan pusat melanjutkan program tersebut, agar tidak mangkrak.

“Saya sudah dengar dari camat Kaliorang, kalau lahan di KTM, sudah dijarah masyarakat. Ini aset, yang harus diamankan. Karena itu, kami akan usulkan agar bisa dilanjutkan pembangunannya,” katanya.

Diakui, KTM merupakan proyek pemerintah pusat berkolaborasi dengan Pemprov, tahun 2008. Namun, proyek yang diprakarsai Kementerian transmigrasi itu tidak berlanjut.

Berdasarkan penelusuran wartawan, konon proyek ini menelan biaya

Rp30 M dari kocek APBN. Proyek ini akan menempati lahan sekitar 120 hektare, namun hanya sebagian kecil lahan seluas itu, yang telah dibayar.

Keterangan yang diperolej sejumlah warga sekitar lokasi, beberapa waktu lalu,  penghentian proyek terjadi  tidak lama setelah pencanangan dilakukan pemerintah pusat.

“Proyek KTM mulai digarap awal tahun dua ribu sepuluh lalu, tapi tidak lama sama sekali tidak ada kegiatan apapun termasuk rencana pembangunan rumah bagi warga transmigrasi,” kata Suraji (37), waktu itu.

Hal senada dibenarkan Karim seorang warga Kaliorang, bahkan ia menyebutkan saat akfitas KTM berlangsung warga Kaliorang menyambut antusian,  namun karena tidak ada kejelasannya, membuat pesimis.

Dari pengamatan wartawan, lokasi KTM yang berada tidak jauh dari ruas jalan KIPI – Maloy. sejumlah bangunan seperti pintu gerbang, monumen, rumah serta masjid berikut ruas jalan sudah tidak terawat bahkan ditumbuhi semak belukar.

Dua jalan yang membentang, sudah tidak tampak karena kesemuanya tertutup tumbuhan. Bahkan disekitar lokasi, tampak bangunan masyarakat termasuk lokasi berladang yang dibuka dengan cara membakar.

Posting Terkait

Berita Terbaru

Berita Terbaru