Februari Ini, DPRD Sudah Kerja Aktif

Parlementaria170 Dilihat

SANGATTA.Di Bulan Februari ini, DPRD dipastikan sudah akan kerja aktif, sesuai dengan jadwal yang mereka akan buat hari ini. Sebab hari ini, mereka akan melakukan rapar Badan Musyawara (Bamus), untuk menentukan jadwal kerja bulanan. Demikian dikatakan Sekertaris DPRD Kutim, Suroto.

“Kamis ini, rapat Bamus akan dilakukan untuk membuat jadwal kerja DPRD. Sebab selama Januari lalu, memang belum ada jadwal kerja,  karena itu, mereka  lebih banyak melakukan rapat atau pertamuan dengan masyarakat,” katanya.

Diakui,  rapat Bamus ini akan membuat jadwal kerja, berdasarkan anggaran yang telah ditetapkan di DPA. Misalnya, menentukan jadwal paripurna, atau agenda lainnya, seperti kunjungan kerja .  meskipun beberapa bulan ke depan,  masuk bulan politik,  karena para dewan yang masih masuk caleg akan kampanye, namun jadwal itu tetap akan ada.

‘hanya, mungkin saja, dengan  kesibukan kampanye, mungkin tingkat kehadiran akan rendah, namun  setelah pemilihan April nanti, pasti agenda kegiatan DPRD, akan berjalan normal seperti sebelum masa kampanye,” katanya.

Terkait dengan anggaran tahun ini, karena akan adanya DPRD baru, Suroto ,mengatakan tidak masalah.  Anggaran tetap direncanakan setahun, hanya saja, yang akan menerima lanjutan gaji usai pelantikan 17 Agustus, itu pengganti bagi  DPRD yang tidak terpilih lagi.

“Kan jumlah kursinya sama, 40. Setelah pelantikan,  maka yang tidak terpilih atau  maju di provinsi,  maka DPRD terpilih itu, yang akan terima gajinya di bulan September. Termasuk  segala tunjangan,  pun masih sama, karena itu, anggaran tidak masalah,” katanya.

Hanya ada  masalah kendaraan unsur pimpinan. Sebab, unsur pimpinan ini mungkin akan berganti, sementara memang ada kewenangan unsur pimpian untuk mengambil atau memiliki kendaraan dinas  yang mereka gunakan saat ini satu buah.  Tapi tahun ini,  pihaknya belum menyiapkan anggaran untuk pengadaan mobil baru untuk unsur pimpinan baru, karena keterbatasan anggaran.

“Jadi, karena Ketua itu punya dua kendaraan dinas, satu dibawa, maka satu akan digunakan pimpian yang baru. Kalau tahun 2020 ada anggaran, maka bisa pengadaan kendaraan baru untuk pimpian lagi,” katanya. (ADV)