
87 Pengurus APKASINDO Kutim Dilantik, Yan Pimpin Periode 2026–2031
SANGATTA — Sebanyak 87 pengurus Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPD APKASINDO) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) periode 2026–2031 resmi dilantik di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur, Kamis (29/10/2026).
Yan, S.Pd., M.Pd., dipercaya memimpin organisasi tersebut selama lima tahun ke depan. Kepengurusan baru diharapkan dapat memperkuat kelembagaan petani sekaligus mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pekebun kelapa sawit di Kutai Timur.
Prosesi pelantikan dipimpin Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) APKASINDO Kalimantan Timur, Daru Widyatmoko, SP. Kegiatan itu disaksikan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD Kutai Timur, organisasi petani, serta pemangku kepentingan sektor perkebunan kelapa sawit.
Dalam sambutannya, Yan mengatakan APKASINDO siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah, terutama dalam mendukung kebutuhan petani dan meningkatkan kualitas pengelolaan perkebunan.
Menurut dia, pendampingan petani perlu mencakup penguatan legalitas lahan, peningkatan kualitas hasil kebun, serta upaya mendorong produktivitas perkebunan.
“DPD APKASINDO Kutim siap menjadi mitra kerja yang baik bagi pemerintah daerah sekaligus mendukung program-program strategis Presiden Prabowo Subianto,” kata Yan.
Ia menambahkan, APKASINDO akan memprioritaskan penguatan kelembagaan petani dan mengawal kebijakan yang berpihak kepada pekebun.
“Ke depan, kami fokus pada penguatan kelembagaan petani, peningkatan produktivitas, serta pengawalan kebijakan yang berpihak kepada petani,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman meminta pengurus APKASINDO yang baru dilantik aktif mendampingi petani agar mampu meningkatkan daya saing komoditas kelapa sawit daerah.
Ardiansyah menilai kelapa sawit merupakan salah satu sektor penting dalam menopang ekonomi masyarakat Kutai Timur. Karena itu, keberadaan organisasi petani diperlukan untuk membantu menjembatani persoalan yang dihadapi pekebun, termasuk dalam tata kelola niaga dan akses kemitraan.
“Kita tidak salah memilih kelapa sawit sebagai salah satu penopang utama dalam membangun ekonomi kerakyatan,” ujar Ardiansyah. (*)





