
Masuki Periode Sensitif Iklim, Kepala Dinkes Kutim Imbau Masyarakat Waspadai ISPA, Diare, hingga DBD
Sangatta – Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Hj. Yuwana Sri Kurniawati, mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit di tengah periode sensitif iklim saat ini. Tidak hanya masalah ISPA, peningkatan kasus diare hingga potensi munculnya DBD pada musim hujan mendatang juga harus diantisipasi sejak dini.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Hj. Yuwana Sri Kurniawati, saat menghadiri kegiatan pemeriksaan Pap smear gratis bagi peserta JKN di Puskesmas Teluk Lingga, Jumat (23/10/2026).
Yuwana menjelaskan bahwa kemunculan ISPA dipicu oleh banyak penyebab, terutama paparan kabut asap dan debu yang memberikan pengaruh sangat besar. Kondisi tersebut dinilai sangat mudah memicu kekambuhan penyakit pada orang lansia serta pasien khusus yang memiliki riwayat PPOK maupun faktor pemicu alergi, termasuk penyakit asma.
“ISPA ini memang banyak penyebabnya, terutama kabut asap yang pengaruhnya sangat besar, kemudian juga debu. Pada pasien-pasien khusus yang memang punya alergi atau PPOK, serta pada orang lansia, itu gampang sekali tercetus penyakitnya kambuh karena debu dan kabut asap. Ini memang kita masih harus tetap waspada terus,” ujar Yuwana.
Terkait kondisi tersebut, ia menekankan pentingnya perlindungan ekstra bagi kelompok-kelompok rentan. Adapun kelompok rentan yang harus selalu dilindungi ini meliputi bayi, balita, anak di bawah 12 tahun, ibu hamil, kelompok umur lansia, serta penderita gangguan saluran pernapasan dan kardiovaskuler. Berdasarkan data kemarin, kelompok balita tercatat paling mendominasi untuk menjalani rawat inap.
Lebih lanjut, Yuwana mengingatkan bahwa kondisi kekeringan yang berlangsung agak lama saat ini memicu dampak kesehatan lain yang tak kalah penting untuk diwaspadai.
“Ini namanya periode sensitif iklim. Kita harus waspada tidak hanya masalah ISPA. Karena kekeringan agak lama, pertama ISPA, yang kedua adalah diare. Diare ini juga kasusnya meningkat dan harus kita waspadai juga. Setelah ini, biasanya nanti di bulan Januari setelah sudah mulai hujan, ganti DBD yang muncul. Jadi ini sudah harus kita antisipasi dari sekarang,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Yuwana mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan pola hidup bersih sehat. Selain itu, warga diminta menjaga kebersihan rumah dengan menerapkan 3M sejak sekarang agar saat musim hujan tiba tidak ada nyamuk demam berdarah dan masyarakat tidak terjangkit penyakit tersebut. (Caya/*)





