Cegah Kanker Serviks Sejak Dini, Dinkes Kutim Gelar Pemeriksaan Pap Smear Gratis di Tiga Puskesmas

Sangatta – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi memulai layanan pemeriksaan Pap Smear gratis secara serentak bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Jumat (23/10/2026). Kegiatan yang dibuka di Puskesmas Teluk Lingga ini bertujuan mendeteksi dini adanya sel kanker leher rahim (kanker serviks) pada wanita agar dapat segera ditangani.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Hj. Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan bahwa layanan gratis bagi kaum wanita ini dapat diakses berkat capaian Universal Health Coverage (UHC) di Kutai Timur yang memastikan masyarakat telah terlindungi BPJS. Untuk tahap awal, pemeriksaan dilaksanakan serentak di tiga titik, yakni Puskesmas Sangatta Utara, Puskesmas Teluk Lingga, dan Puskesmas Sangatta Selatan, sebelum diperluas secara bertahap ke seluruh kecamatan.

“Selama ini banyak ibu-ibu yang melakukan pemeriksaan saat kondisinya sudah terlambat, seperti sudah mengalami perdarahan dan ternyata masuk kanker leher rahim stadium dua atau tiga sehingga penanganannya lebih susah. Jika terdeteksi dari awal, pengobatan lebih lanjut bisa segera dilakukan,” ujar Yuwana.

Menurut Yuwana, kanker serviks merupakan penyebab kematian tertinggi kedua akibat kanker setelah kanker payudara. Secara rata-rata di Kalimantan Timur, termasuk Kutai Timur, diperkirakan sekitar 24 persen wanita mengalami permasalahan pada leher rahim. Namun, jumlah pasti kasus di Kutai Timur selama ini belum dapat terhitung secara rinci lantaran sifatnya yang fluktuatif serta banyaknya pasien yang tidak melapor atau enggan memeriksakan diri hingga kondisinya memburuk.

Melalui kegiatan Pap Smear ini, Dinkes Kutim menargetkan seluruh wanita usia subur dapat terjaring sehingga jumlah kasus dapat terpetakan. Pemeriksaan ini dikhususkan bagi wanita usia subur yang sudah pernah melakukan hubungan seksual, dengan syarat wajib berpuasa atau tidak melakukan hubungan seksual selama tiga hari sebelum pemeriksaan.

Selain deteksi dini bagi kelompok dewasa, Dinkes Kutim turut menggencarkan pencegahan sejak usia sekolah. Langkah tersebut dilakukan melalui sosialisasi serta program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) bagi siswi putri kelas 5 dan 6 atau mulai usia 10 tahun, guna membentuk kekebalan tubuh dan mencegah risiko kanker leher rahim sejak dini. (Butsainah/*)