
Kualitas Udara Tak Sehat, Sekolah di Kutim Beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh
Sangatta – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di seluruh satuan pendidikan akibat kondisi kualitas udara yang semakin memburuk dan masuk kategori tidak sehat karena kabut asap.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor: B-100.3.4.2/6083/DISDIKBUD-1.1 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Akibat Dampak Kabut Asap di Lingkungan Satuan Pendidikan Kabupaten Kutai Timur.

Kebijakan ini merupakan hasil rapat koordinasi bersama antara Asisten I Pemerintahan Kabupaten Kutai Timur, Disdikbud, Dinas Kesehatan, dan seluruh Camat se-Kabupaten Kutai Timur pada 17 September 2026.
“Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tatap muka dihentikan sementara dan dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring/online terhitung mulai tanggal 18 September 2026 sampai dengan waktu yang belum ditentukan,” demikian isi surat edaran tersebut yang ditandatangani langsung oleh kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Mulyono, pada Kamis (17/9/2026)
Selain itu, Selama PJJ berlangsung, guru dan tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas kedinasan melalui Work From Home sesuai pengaturan kepala sekolah untuk memastikan layanan pembelajaran tetap berjalan. “Absensi peserta didik dan guru juga tetap dilakukan secara daring,” tulis bunyi surat itu
Tak hanya itu, pihak sekolah juga diminta mengoptimalkan komunikasi serta pengawasan pembelajaran mandiri melalui sarana komunikasi daring atau grup kelas bersama orang tua dan wali murid.
“Mengimbau orang tua atau wali murid mengawasi dan membatasi aktivitas anak di luar rumah selama pembelajaran daring guna meminimalkan paparan kabut asap. Masyarakat juga diimbau menerapkan pola hidup sehat, memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi,” terangnya
Bagi warga yang terpaksa keluar rumah atau mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diimbau menggunakan masker yang layak dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Lebih lanjut, Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur berkerjasama dengan pihak terkait akan terus memantau perkembangan Indeks Kualitas Udara. “Keputusan perpanjangan masa PJJ atau kembalinya Kegiatan Belajar Mengajar tatap muka akan dievaluasi lebih lanjut.” pungkasnya (Butsainah/ADV/*)





