Disdikbud Kutim Targetkan Seragam dan Perlengkapan Sekolah Gratis Dibagikan Awal Oktober

Foto : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim Mulyono saat ditemui usai membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sosialisasi Permendikdasmen Nomor 24 Tahun 2025 tentang Lembaga Kursus, Senin (14/9/2026).

Sangatta — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan program pemberian seragam, sepatu, serta perlengkapan sekolah gratis bagi peserta didik baru segera direalisasikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim menyebut proses pengadaan program tersebut saat ini sudah berjalan.

Kepala Disdikbud Kutim Mulyono mengatakan, pengadaan perlengkapan sekolah gratis tersebut telah masuk dalam proses yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Ia menyebut distribusi diupayakan dapat dilakukan pada akhir September atau paling lambat awal Oktober 2026.

“Sudah berjalan. Mudah-mudahan akhir September atau di awal Oktober itu sudah kita bagikan. Jadi enggak boleh lewat tahun ini,” kata Mulyono saat ditemui usai membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sosialisasi Permendikdasmen Nomor 24 Tahun 2025 tentang Lembaga Kursus, Senin (14/9/2026).

Mulyono menegaskan, pelaksanaan program tersebut akan dipercepat agar bantuan segera diterima peserta didik yang menjadi sasaran. “secepatnya lah,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur, Akhmad Ashari, mengatakan Program prioritas Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berupa pemberian seragam, sepatu, serta perlengkapan sekolah gratis bagi peserta didik baru masih dalam tahap proses pengadaan.

“Masih proses lelang. Pengadaannya belum,” ujar Akhmad Ashari saat ditemui di ruang kerjanya, pada Senin (31/8/2026).

Ia menjelaskan, keterlambatan tersebut salah satunya dipengaruhi adanya pergeseran anggaran. Padahal, program tersebut diharapkan sudah dapat direalisasikan sejak penerimaan peserta didik baru. “Maunya kemarin pas penerimaan siswa baru itu sudah. Seharusnya, cuma karena ada pergeseran anggaran, agak lambat,” jelasnya (Caya/ADV/*)