Pemkab Kutim Pastikan Proyek Multi Years Tetap Berjalan

Sangatta— Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan proyek multi years atau tahun jamak tetap berjalan sesuai rencana meski pemerintah daerah tengah menghadapi efisiensi anggaran. Hal tersebut disampaikan Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kutim, Noviari Noor, kepada wartawan, Selasa (15/9/2026).

“Proyek tahun jam4k berjalan sesuai dengan rencana yang telah disepakati dengan DPRD Kutim. Termasuk anggaran, tetap dianggarkan sesuai dengan skema pembayaran yang telah disetujui DPRD Kutim,” kata Noviari Noor.

Menurutnya, anggaran yang disiapkan untuk proyek tahun jamak pada 2026 mencapai lebih dari Rp300 miliar. Sementara pada 2027, anggaran yang disiapkan mencapai sekitar kurang lebih Rp700 miliar.

“Jadi semua berjalan sesuai dengan rencana yang telah disepakati,” ujarnya kepada sejumlah awak media

Sekadar diketahui, sebelumnya, Pemkab Kutim bersama DPRD Kutim telah menyepakati alokasi anggaran sebesar Rp1,08 triliun untuk pelaksanaan proyek dengan skema kontrak tahun jamak yang pembayarannya dilakukan secara bertahap.

Pada 2026, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp383,9 miliar, sedangkan pada 2027 mencapai Rp697,5 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai 13 proyek strategis yang diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Kutim.

Jumlah proyek tersebut merupakan hasil penyesuaian dari usulan awal Pemkab Kutim yang mencapai 32 proyek dengan nilai Rp2,1 triliun. Usulan itu kemudian direvisi seiring proyeksi APBD Kutim yang turun menjadi sekitar Rp4,8 triliun sehingga program harus dikurangi.

Sejumlah proyek yang masuk dalam skema tahun jamak tersebut mencakup pembangunan infrastruktur dasar, konektivitas jalan dan jembatan, serta peningkatan fasilitas publik.

Salah satunya pembangunan Jembatan Muara Bengalon senilai Rp70 miliar dengan alokasi anggaran 2026 sebesar Rp24,8 miliar. Selain itu, terdapat proyek penanganan drainase Jalan Kabo Jaya dengan nilai Rp17,75 miliar. (*/ADV)