
Kades Sekerat Harap Investasi Rp 41,52 Triliun BEC Benar-Benar Bisa Sejahterakan Masyarakat
BENGALON – Kepala Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Sunandika, menyambut positif masuknya investasi besar PT Bumi Etam Chemical (BEC) di wilayahnya. Namun, ia menegaskan bahwa kehadiran investasi senilai sekitar Rp41,52 triliun tersebut harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat Desa Sekerat.
Hal tersebut disampaikan Sunandika saat pelaksanaan groundbreaking proyek BEC Coal to Methanol Project pada Senin (31/8/2026). Ia mengatakan masyarakat patut bersyukur karena Desa Sekerat kembali menjadi lokasi masuknya perusahaan berskala besar.
“Pada hari ini kita wajib bersyukur karena Desa Sekerat lagi-lagi didatangi perusahaan besar. Semoga dengan adanya perusahaan BEC ini membawa warna dan tentunya kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya masyarakat Desa Sekerat,” ujar Sunandika.
Menurutnya, nilai investasi yang sangat besar tersebut seharusnya mampu memberikan dampak signifikan, tidak hanya bagi Kabupaten Kutai Timur secara umum, tetapi juga bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan investasi.
Ia menilai Desa Sekerat memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa. Di wilayah tersebut telah berkembang berbagai sektor industri, mulai dari semen, batubara, hingga ke depan industri chemical.
“Investasi yang sangat besar ini seharusnya mampu mensejahterakan Kabupaten Kutai Timur, khususnya Desa Sekerat. Desa Sekerat mempunyai potensi yang luar biasa. Selain ada semen, ada chemical yang akan dibuat di sini, ada juga batubara,” katanya.
Meski menjadi wilayah yang banyak dilirik investor besar, Sunandika mengungkapkan bahwa masyarakat Desa Sekerat masih menghadapi persoalan infrastruktur yang belum sepenuhnya teratasi.
Ia menyoroti kondisi jalan sepanjang kurang lebih 23 kilometer yang hingga saat ini belum selesai pembangunannya. Padahal, menurutnya, sudah banyak perusahaan besar yang beroperasi dan memanfaatkan sumber daya di wilayah Desa Sekerat.
“Kami mohon kepada Bapak Bupati Kutai Timur dan Bapak Gubernur, jangan hasil dari wilayah kami dibawa saja, tetapi infrastruktur kami juga harus dibagusi. Desa Sekerat ini desa lama, bukan desa baru. Infrastruktur kami sepanjang 23 kilometer sampai sekarang belum selesai-selesai,” tegasnya.
Sunandika juga menilai bahwa selama ini berbagai investasi yang masuk belum memberikan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.
“Banyak sekali perusahaan besar yang masuk di sini. Air kami juga dibawa ke kawasan industri. Semua investasi yang ada seolah dibawa keluar, tetapi apa dampaknya untuk Desa Sekerat? Belum signifikan,” ungkapnya.
Atas kondisi tersebut, Sunandika meminta Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta pihak perusahaan untuk memastikan komitmen pembangunan benar-benar direalisasikan.
Ia menegaskan masyarakat Desa Sekerat tidak ingin hanya menjadi penonton di tengah derasnya investasi yang masuk ke wilayah mereka.
“Jangan kami dianggap sebagai anak tiri. Investasi yang besar kalau tidak berdampak pada kesejahteraan masyarakat, kami sudah capek dan lelah dengan janji-janji seperti ini,” katanya.
Sunandika menegaskan bahwa setelah groundbreaking, dirinya akan menggelar rapat bersama masyarakat Desa Sekerat untuk membahas langkah-langkah yang akan dilakukan dalam mengawal investasi tersebut.
Menurutnya, apabila kehadiran investasi tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat, maka warga akan memperjuangkan hak-hak mereka.
“Kalau tidak berefek positif kepada masyarakat Desa Sekerat, kami akan menuntut hak-hak kami. Apa yang disampaikan tadi bahwa kesejahteraan masyarakat, pengusaha lokal dan tenaga kerja lokal wajib didahulukan, maka itu harus kita kawal bersama. Jangan hanya diomongkan,” tegasnya.
Sunandika berharap perusahaan benar-benar membuka peluang bagi tenaga kerja lokal serta memberikan ruang bagi pengusaha lokal untuk terlibat dalam aktivitas pembangunan dan operasional proyek.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat dan pemerintah desa selama ini telah memberikan dukungan terhadap proses pembangunan hingga proyek tersebut mencapai tahap groundbreaking.
“Selama ini saya selaku Kepala Desa bersama masyarakat Desa Sekerat sudah membantu sampai ke tahap groundbreaking. Sekarang waktunya mereka juga memberikan dampak dan bantuan kepada Desa Sekerat. Jangan hanya mengambil keuntungan di wilayah kami,” ujarnya.
Meski menyampaikan sejumlah tuntutan, Sunandika menegaskan bahwa masyarakat Desa Sekerat pada dasarnya sangat terbuka dan menyambut baik masuknya perusahaan-perusahaan besar.
Ia berharap hubungan antara investor, pemerintah dan masyarakat dapat berjalan secara saling menguntungkan.
“Kami bukan tidak suka. Kami sangat senang dengan masuknya perusahaan-perusahaan besar di wilayah kami. Tetapi harus sama-sama untung. Jangan sampai masyarakat kami justru dianaktirikan,” pungkasnya. (Caya/ADV/*)





