
Buka Sosialisasi Manajemen Talenta, Bupati Kutim Beri Peringatan Keras Soal Disiplin, Akhlak, Hingga OPD yang Enggan Jalankan Visi-Misi
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar Sosialisasi Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan yang mengusung tema “Manajemen Talenta di Kabupaten Kutai Timur, Membangun ASN yang Berakhlak, Tangguh, dan Berdaya Saing” ini berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta, pada Kamis (25/6/2026).
Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman. Namun, dalam sambutannya, Bupati tidak hanya memaparkan soal sistem manajemen talenta, melainkan juga memberikan serangkaian teguran dan peringatan terkait kedisiplinan, pelanggaran moral (akhlak), hingga komitmen jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menjalankan visi-misi pemerintah.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ardiansyah menyoroti masalah klasik yang masih kerap terjadi, yakni tingkat kehadiran pegawai. Ia mengaku menerima banyak laporan mengenai adanya oknum ASN di sejumlah dinas dan kecamatan yang tidak masuk kerja selama berhari-hari tanpa ada tindakan tegas dari atasannya.
“Saya barusan memerintahkan kepada BKPSDM untuk betul-betul mengecek kehadiran PNS di institusinya masing-masing. Telinga saya mendengar ada yang sekian hari enggak masuk, tapi kok tenang-tenang saja. Saya berharap, sesuai perundang-undangan terkait kehadiran yang merupakan dasar ini, segera sampaikan kepada yang bersangkutan sesuai aturan yang berlaku,” tegas Bupati.
Suasana sambutan semakin menegang saat Ardiansyah menyinggung maraknya pelanggaran akhlak di kalangan ASN Kutim. Ia menyatakan tidak akan menutupi hal ini lagi karena dampaknya sangat merusak nama baik Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kutim.
“Banyaknya para ASN kita yang melakukan pelanggaran akhlak. Di sambutan saat ini, menit ini, detik ini, saya minta berhenti melanggar akhlak yang saudara-saudara lakukan! Kenapa? Karena bukan hanya saudara yang terkena sanksi, tetapi secara institusi kita mendapatkan cibiran sosial,” lanjutnya
“Saya minta pelanggaran-pelanggaran akhlak ini. Hentikan dari sekarang. Ya, kerja dengan normal, kerja secara normatif sesuai dengan aturan. Ya. Memang sudah ada beberapa yang saya tunggu di meja. Apa yang saya tunggu? Surat yang harus saya tanda tangani Dari mereka-mereka yang kemarin sudah di nilai oleh majelis kode etik daerah, dari beberapa pelanggaran akhlak,”ucapnya dengan nada tegas
Bupati menambahkan, sehebat apa pun kompetensi dan talenta seorang pegawai, tidak akan ada artinya jika tidak dibarengi dengan moral yang baik.
“Meskipun tidak ada hubungannya dengan kompetensi kompetensinya mungkin bagus, talentanya bagus tapi akhlaknya ternyata membahayakan. Jaga marwah diri, jaga marwah keluarga, dan jaga marwah institusi KORPRI,” imbuhnya.
Tak berhenti di situ, Bupati Ardiansyah juga memberikan peringatan tegas kepada para Kepala Dinas atau OPD yang terkesan setengah hati atau enggan melaksanakan visi, misi, dan program kerja yang telah ditetapkan oleh Bupati dan Wakil Bupati.
Secara terbuka, ia meminta pejabat yang tidak berkomitmen untuk segera menghadap dan mengundurkan diri dari jabatannya.
“Kalau ada dinas yang enggan melaksanakan visi dan misi atau program Bupati dan Wakil Bupati, sebaiknya mohon untuk istirahat, menyampaikan kepada Bupati. Ini tegas saya sampaikan. Program itu, meskipun masuk dalam urusan pilihan, karena sudah ditetapkan di RPJMD dan RKPD, maka hukumnya wajib untuk dilaksanakan,” cetus Ardiansyah.
Di sisi lain, Bupati menyampaikan apresiasi kepada BKPSDM Kutim atas terselenggaranya sosialisasi ini. Ia menjelaskan bahwa Manajemen Talenta merupakan sistem yang dibangun untuk memberikan kepastian karir secara objektif dan adil bagi seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK. Melalui sistem merit ini, peluang promosi dan mutasi jabatan didasarkan pada kualifikasi dan kinerja nyata, bukan subjektivitas.
Di akhir sambutannya, sebelum membuka acara secara resmi dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Ia meminta seluruh peserta baik yang hadir secara tatap muka maupun daring untuk memanfaatkan momen ini dengan aktif bertanya.
“Tanyakan sedetail-detailnya apa yang harus dilakukan kalau ingin masuk ke eselon 3, ke eselon 2, ikut promosi, mutasi, dan sebagainya. Karena ini adalah demi kepentingan karir saudara-saudara sekalian,” pungkasnya. (caya/*)






