
Sambut PT Ithaca Resources, Camat Muara Wahau Dorong Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
SANGATTA –Pemerintah Kecamatan Muara Wahau menyatakan dukungan penuh terhadap rencana operasional PT Ithaca Resources yang dijadwalkan mulai berjalan pada tahun 2027 mendatang di wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Dukungan ini menjadi angin segar bagi pembangunan daerah, terutama dalam mendorong penyerapan tenaga kerja lokal secara maksimal.
Hal tersebut ditegaskan oleh Camat Muara Wahau, Marlianto, usai menghadiri agenda Konsultasi Publik Rancangan Rencana Induk Pemberdayaan Masyarakat (RIPM) PT Ithaca Resources. Acara strategis ini berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur, pada Rabu (24/6/2026).
“Harapan kami tentu setuju jika ada kontribusi nyata bagi masyarakat. Tetapi kalau perusahaan membuka rekrutmen dan semua tenaga kerjanya dari luar daerah, kami kurang setuju karena masyarakat kami juga masih banyak yang menganggur,” ujar Marlianto.
Marlianto mengingatkan pihak perusahaan untuk berkomitmen menerapkan regulasi daerah terkait ketenagakerjaan, termasuk pemenuhan proporsi pekerja lokal. Ia berharap warga Muara Wahau diberikan kesempatan, baik untuk posisi tenaga umum maupun tenaga ahli sesuai bidangnya.
Dengan kehadiran sektor pertambangan batu bara melengkapi sektor perkebunan kelapa sawit yang sudah mendominasi di Muara Wahau, pihak kecamatan optimistis angka pengangguran dapat ditekan secara signifikan.
“Kami optimis harus ada pekerja lokal yang diterima, baik tenaga kasar maupun yang ahli di bidangnya. Sangat bagus jika dilengkapi sektor batu bara agar desa berkembang dan pengangguran berkurang,” tambahnya.
Selain masalah ketenagakerjaan, Marlianto mengharapkan kontribusi finansial dari program swasta untuk mendukung kegiatan ritual adat besar di Muara Wahau, salah satunya adalah pesta adat Lom Plai yang membutuhkan anggaran tidak sedikit.
Ia juga memberikan penekanan agar para pekerja pendatang dari luar daerah wajib menghormati dan mematuhi adat istiadat yang berlaku di Muara Wahau. “Orang luar harus mengikuti adat istiadat di sana. Jangan mereka yang mengatur kita, tetapi kita yang mengatur di sana,” tegas Marlianto. (Caya/*)






