Pemkab Kutim Sediakan Layanan Ambulans Gratis, Hubungi Nomor Ini

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Kesehatan memastikan layanan ambulans gawat darurat dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat secara gratis. Fasilitas penjemputan ini disediakan untuk menangani situasi darurat medis yang memerlukan tindakan cepat menuju rumah sakit.

Masyarakat yang menghadapi kondisi darurat seperti kecelakaan lalu lintas, serangan stroke, serangan jantung, maupun fase kritis lainnya, diimbau untuk segera menghubungi pusat layanan keselamatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, menegaskan bahwa penanganan medis darurat sangat bergantung pada kecepatan respons demi menyelamatkan nyawa pasien.

“Bapak atau ibu, apabila ada kecelakaan atau ada yang stroke atau serangan jantung di rumah atau kondisi emergency lain yang perlu ambulans ke rumah sakit, bisa kami jemput, GRATIS. Segera telepon 119,” kata dr Yuwana, Rabu (17/6/2026).

Cara Mengakses Ambulans Gratis Kutim Siaga

Untuk mendapatkan layanan evakuasi gawat darurat ini, masyarakat Kutai Timur dapat menghubungi kontak berikut:

  • Panggilan 119: Bebas pulsa, terhubung langsung ke Public Safety Center (PSC) 119 Kutim Siaga.

  • Panggilan 112: Bebas pulsa, terhubung ke Kutim Siaga.

  • Nomor HP/Seluler: 0811-5990-3119 (Bisa dihubungi saat membutuhkan komunikasi lanjutan).

Setelah menerima laporan, petugas PSC 119 Kutim Siaga akan melakukan asesmen awal secara cepat, mengoordinasikan tim medis, dan langsung mengirimkan armada ambulans ke lokasi pasien.

Langkah penggratisan ambulans ini sengaja digalakkan untuk memangkas hambatan biaya dan birokrasi saat warga berada di situasi genting. Dalam dunia medis, kasus seperti stroke dan serangan jantung memiliki golden period (masa emas), yaitu rentang waktu krusial di mana pasien harus segera menerima pertolongan medis agar terhindar dari risiko kematian atau kecacatan permanen.

Dinas Kesehatan Kutim meminta masyarakat untuk menyimpan nomor-nomor darurat tersebut di ponsel masing-masing serta menyebarluaskannya ke kerabat terdekat agar siap digunakan kapan saja saat terjadi situasi darurat. (*)