
Rumah Dua Lantai di Sangatta Kutim Ludes Terbakar, 5 Armada Damkar Dikerahkan
Sangatta – Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan APT Pranoto, RT 36, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Minggu (31/5/2026) malam. Sebuah rumah dua lantai dan satu rumah tunggal ludes dilalap si jago merah.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kutim menerima laporan kebakaran tersebut sekitar pukul 19.08 WITA. Petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk menjinakkan api.
“Begitu menerima laporan dari warga via Pos Utara, petugas langsung bergerak menuju lokasi. Unit tiba pukul 19.13 WITA dan segera melakukan pemadaman agar api tidak meluas ke bangunan di sekitarnya,” kata Kasi Pemadaman, Pengendalian Operasi, dan Komunikasi Disdamkartan Kutim, Eko Purnomo, saat dikonfirmasi.
Lokasi kebakaran yang berada di kawasan padat penduduk sempat membuat situasi menegang. Pasalnya, api berpotensi merembet ke bangunan lain di sekitar objek yang terbakar.
Untuk melokalisir api, Disdamkartan Kutim menerjunkan kekuatan penuh dari dua pos berbeda. Sebanyak 5 unit armada pemadam dikerahkan ke lokasi kejadian.
“Kami mengerahkan sejumlah armada, terdiri dari unit fire dan unit suplai dari Pos Utara, serta dua unit fire dan satu unit suplai dari Pos Pendidikan,” jelas Eko.
Berkat respons cepat petugas, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar satu jam. Api dinyatakan padam sepenuhnya pada pukul 20.10 WITA tanpa ada kendala berarti di lapangan.
Eko memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri saat api mulai membesar.
“Area yang terbakar adalah satu unit rumah dua lantai dan satu unit rumah tunggal. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini,” tuturnya.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian untuk mengetahui pasti penyebab munculnya api. Sementara untuk total kerugian yang dialami korban masih dalam proses asesmen.
“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, sementara untuk total kerugian material juga masih dalam tahap penghitungan,” pungkas Eko (*)






