Sekretariat DPRD Kutim Gandeng PPTI Gelar Tes Kebugaran dan Kesehatan ASN

SANGATTA – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bekerja sama dengan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kutim menggelar pemeriksaan kesehatan dan tes kebugaran bagi ASN serta PPPK di Ruang Panel DPRD Kutim, Jumat (17/7/2026).

Langkah preventif ini diambil di tengah fakta bahwa Kabupaten Kutai Timur saat ini menempati peringkat kelima tertinggi kasus Tuberkulosis (TBC) di Provinsi Kalimantan Timur.

Ketua PPTI sekaligus Ketua TP PKK Kutim, Ir. Hj. Siti Robiah Ardiansyah Sulaiman, mengungkapkan bahwa Indonesia masih menduduki peringkat kedua kasus TBC tertinggi di dunia. Di tingkat provinsi, Kutim berada di posisi kelima.

Siti Robiah menegaskan pentingnya deteksi dini dan kepatuhan pengobatan untuk mencapai target eliminasi TBC pada tahun 2030. “Pengobatan TBC harus dijalani secara lengkap selama enam bulan, terdiri atas dua bulan tahap intensif dan empat bulan tahap lanjutan. Pasien tidak boleh berhenti berobat meskipun gejala sudah berkurang demi mencegah penularan,” ujar Siti Robiah saat menjadi narasumber utama.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Sekretaris DPRD Kutim, Jainuddin, SE., MM., ini diikuti oleh ratusan pegawai dan dihadiri Anggota DPRD Kutim, Kristian Hasmadi. Jainuddin menjelaskan bahwa pemeriksaan fisik berkala ini penting untuk memastikan kondisi kesehatan pegawai tetap prima dalam melayani masyarakat.

“Kesehatan merupakan modal utama bagi ASN dan PPPK dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” kata Jainuddin dalam sambutannya.

Materi teknis mengenai pencegahan penyakit menular dipaparkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Hj. Yulawana Kurniawan, bersama dr. Andi Amraeni Afia, Sp.PK.

Dinkes Kutim menegaskan bahwa seluruh layanan pemeriksaan hingga pengobatan TBC telah disediakan oleh pemerintah secara gratis di fasilitas kesehatan (faskes) resmi.

Acara yang berlangsung interaktif ini diisi dengan sosialisasi pola hidup bersih, tes kebugaran, sesi tanya jawab berhadiah stimulus dari panitia, dan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama. (*)