Pimpin Anev Bulanan, Kapolres Kutim Petakan Strategi Antisipasi Gangguan Kamtibmas

KUTAI TIMUR – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polres Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan analisa dan evaluasi (Anev) situasi kamtibmas bulan April 2026, di Ruang Rapat Mako Polres Kutim, Senin (13/04/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memetakan potensi gangguan sekaligus merumuskan langkah antisipatif ke depan. Mulai dari tren gangguan keamanan, kerawanan wilayah, hingga efektivitas pelaksanaan tugas di lapangan.

Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto didampingi Wakapolres Kutim Kompol Ahmad Abdullah dan diikuti oleh para pejabat utama, para kapolsek jajaran, serta fungsi terkait ini membahas berbagai dinamika kamtibmas yang terjadi di wilayah hukum Polres Kutim.

Dalam forum tersebut, masing-masing satuan fungsi memaparkan data dan evaluasi kinerja, termasuk penanganan kasus, kegiatan preventif, hingga upaya preemtif yang telah dilakukan selama periode berjalan.

Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan analisa situasi kamtibmas merupakan bagian penting dalam menentukan arah kebijakan dan strategi pengamanan yang tepat sasaran.

“Kegiatan ini bukan sekadar evaluasi rutin, tetapi menjadi dasar dalam mengambil langkah strategis ke depan. Kita harus mampu membaca potensi gangguan sejak dini dan bertindak cepat sebelum berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar,” tegas AKBP Fauzan Arianto.

AKBP Fauzan menekankan pentingnya sinergitas antar fungsi dan jajaran dalam menjaga kondusifitas wilayah.

“Seluruh personel harus meningkatkan kepekaan terhadap situasi di lapangan, memperkuat koordinasi, serta mengedepankan langkah preventif dan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujarnya.

Selain itu, Kapolres mengingatkan agar seluruh jajaran terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sebagai bentuk kehadiran Polri yang profesional dan terpercaya.

“Kita ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kepercayaan publik harus terus kita jaga dengan kinerja yang nyata,” tutupnya. (caya/*)