Menuju Generasi Emas, Kutim Targetkan Angka Stunting Turun Signifikan Tahun Depan

Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaedi,

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menetapkan target penurunan angka stunting yang signifikan pada tahun mendatang. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis daerah dalam mengejar target nasional di bawah 14 persen sekaligus meletakkan fondasi bagi terwujudnya Generasi Emas Kutai Timur yang sehat dan produktif.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur, Achmad Junaidi, mengungkapkan bahwa untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan sektor kesehatan. Pemkab Kutim telah mengintegrasikan 18 dari 50 program unggulan Bupati yang bersentuhan langsung dengan penanganan akar masalah stunting.

“Kami menargetkan penurunan angka stunting sesuai target nasional di bawah 14 persen tahun depan. Strategi utamanya adalah keroyokan lintas sektor, karena masalah ini menyangkut aspek hunian, sanitasi, dan ekonomi, bukan hanya gizi,” kata Junaidi kepada sejumlah awak media belum lama ini

Junaidi menjelaskan, percepatan penurunan stunting dilakukan dengan basis data yang presisi. DPPKB menyediakan data keluarga berisiko secara by name by address. Data ini menjadi navigasi bagi dinas teknis seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Pekerjaan Umum (PU), hingga lembaga seperti Baznas untuk melakukan intervensi fisik yang tepat sasaran.

“Faktor lingkungan seperti rumah tidak layak, ketiadaan air bersih, dan sanitasi buruk adalah penyumbang risiko terbesar. Dengan data tunggal yang kami siapkan, dinas teknis langsung menjemput bola melakukan perbaikan di titik yang tepat,” paparnya.

Lebih lanjut, Junaidi menegaskan bahwa sinergi 18 program unggulan ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang. Intervensi yang komprehensif dinilai krusial untuk memutus mata rantai kemiskinan dan masalah kesehatan yang menghambat kualitas sumber daya manusia.

“Langkah ini adalah bagian vital dari pembangunan Kutai Timur. Kita semua bergerak satu tujuan untuk membentuk generasi yang bebas risiko stunting, demi masa depan daerah yang berkualitas,” pungkas Junaidi. (caya/ADV)