Anggaran Pendidikan Kutim Tembus 20 Persen APBD, Bukti Komitmen Kuat Pemerintah Daerah

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus menunjukkan komitmen kuat terhadap sektor pendidikan. Meski menghadapi tantangan fiskal dan dinamika ekonomi nasional, porsi anggaran pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menyebutkan bahwa pada tahun 2025, porsi anggaran pendidikan mencapai 20,07 persen dari total APBD. Sementara pada tahun sebelumnya, 2024, bahkan sempat mencapai 22 persen.

“Artinya, perhatian Pemkab Kutim terhadap dunia pendidikan masih sangat besar. Walaupun ada penyesuaian, tapi porsinya tetap di atas 20 persen,” kata Mulyono di Sangatta.

Ia menjelaskan, total APBD Kutai Timur tahun 2025 mencapai sekitar Rp2,07 triliun. Dari jumlah itu, alokasi terbesar diarahkan untuk pembayaran gaji, tunjangan, dan insentif guru di seluruh wilayah kabupaten.

Menurutnya, pengeluaran di bidang pendidikan memang besar, tetapi itu adalah bentuk investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul. “Kalau kita bicara pembangunan manusia, maka pendidikan adalah kuncinya. Tidak ada daerah maju tanpa pendidikan yang kuat,” ujar Mulyono.

Selain untuk kesejahteraan tenaga pendidik, anggaran juga digunakan untuk pembangunan fisik pendidikan, seperti ruang kelas baru (RKB), perbaikan gedung sekolah, hingga fasilitas belajar berbasis teknologi.

Ia juga menanggapi isu pemangkasan dana transfer ke daerah yang berpotensi memengaruhi keuangan daerah. Menurutnya, hal tersebut masih berupa perkiraan dan belum bisa dipastikan.

“Kami tidak ingin berspekulasi terlalu jauh. Selama ini perhatian pemerintah daerah terhadap pendidikan sangat besar, jadi kami tetap optimistis,” ujarnya.

Mulyono menyampaikan bahwa Pemkab Kutim di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati selalu konsisten menempatkan pendidikan sebagai salah satu program prioritas utama pembangunan.

“Dunia pendidikan Kutim tumbuh karena komitmen pimpinan daerah. Mereka sangat peduli terhadap kesejahteraan guru dan masa depan anak-anak kita,” tambahnya.

Ia menilai, keberlanjutan anggaran yang stabil akan menjaga kualitas layanan pendidikan, terutama bagi siswa di wilayah terpencil.

“Kalau anggarannya kuat, maka pemerataan pendidikan bisa berjalan. Anak di pedalaman punya hak yang sama dengan anak di kota,” jelas Mulyono.

Pemerintah Kutai Timur, lanjutnya, akan terus memperkuat sinergi lintas sektor untuk menjaga agar porsi pendidikan di APBD tetap terjaga.

“Selama pendidikan menjadi prioritas, Kutai Timur akan melangkah lebih cepat menuju kemajuan,” pungkasnya.