Disdikbud Kutim Tegaskan Tidak Ada Tunggakan Utang Guru

Kadisdikbud Kutim Mulyono

Kutai Timur – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur menegaskan tidak ada tunggakan atau utang yang belum diselesaikan, baik terkait pembayaran guru maupun kegiatan pendidikan lainnya.

Kepala Disdikbud, Mulyono, menanggapi isu adanya sisa utang sebesar Rp1 miliar yang disebut masih tercatat dalam sistem keuangan.

Menurut Mulyono, isu tersebut muncul karena Sistem Informasi Keuangan (SIK) yang digunakan pemerintah daerah masih memuat data lama yang belum diperbarui. “Perasaan saya semua sudah selesai, tapi nanti kita tetap akan cek kembali. Bisa jadi itu data lama yang belum dihapus dari sistem,” ujarnya saat ditemui belum lama ini

Ia menjelaskan bahwa setiap proses keuangan di lingkungan Disdikbud dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Semua pembayaran, terutama yang menyangkut hak tenaga pendidik, selalu diproses sesuai ketentuan peraturan keuangan daerah.

“Seluruh transaksi sudah melalui tahapan verifikasi dan audit internal. Kalau memang ada data yang belum sinkron, itu bersifat administratif, bukan utang baru,” tegas Mulyono.

Kadis Mulyono menegaskan, hingga saat ini tidak ada tunggakan pembayaran gaji atau insentif yang tertunda bagi para guru di Kutai Timur. Semua hak tenaga pendidik, termasuk honor, tunjangan, dan bantuan operasional, telah disalurkan sesuai jadwal.

Ia juga mengimbau agar masyarakat dan pihak-pihak tertentu tidak mudah menyebarkan isu tanpa dasar yang jelas. “Kita terbuka kok. Semua laporan keuangan bisa dicek. Kalau ada kekeliruan data, kita perbaiki bersama,” katanya.

Pihaknya bahkan berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pelaporan digital agar ke depan tidak terjadi lagi kesalahpahaman akibat data yang belum diperbarui.

“Transparansi adalah prinsip utama kami. Setiap rupiah dana pendidikan harus jelas arah dan penggunaannya,” tambahnya.

Mulyono juga berterima kasih kepada DPRD dan pihak-pihak yang telah aktif melakukan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program pendidikan. Ia menilai pengawasan yang sehat akan membuat sistem pendidikan di Kutim semakin baik.

“Kalau ada masukan, tentu kami terima dengan tangan terbuka. Tapi yang penting datanya harus benar dan terbaru,” ujarnya.

Ia menegaskan kembali bahwa Disdikbud Kutim saat ini dalam kondisi keuangan yang sehat dan terkendali. Tidak ada program yang tertunda akibat permasalahan utang.

“Pendidikan di Kutim tetap berjalan normal. Semua kegiatan berjalan sebagaimana mestinya,” tutupnya dengan optimistis. (Caya/ADV)