
Mimpi Rizali Hadi ; Wujudkan ASN Mart di Kutim
SANGATTA – Di tengah kebutuhan rumah tangga yang kian mendesak, sebuah gagasan cemerlang untuk kesejahteraan pegawai mencuat di Sangatta. Ini bukan sekadar wacana, melainkan sebuah visi besar untuk melihat para abdi negara—mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)—dapat tersenyum lebih lebar. Sebuah mimpi untuk memastikan bahwa dapur mereka tetap “ngebul” tanpa harus terjerat pinjaman di luar.
Visi ini datang dari Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutai Timur, Rizali Hadi. Ia menyimpan keyakinan penuh bahwa anggota Korps Pegawai Negeri (Korpri) Kutim bukanlah pegawai biasa. Di matanya, mereka adalah “orang-orang hebat” yang tak hanya mampu bekerja, tetapi juga mampu memikirkan cara jitu untuk mengangkat kesejahteraan rekan-rekan mereka sendiri.
Rizali Hadi tidak hanya bermimpi, ia menawarkan konsep. Ia mengusulkan agar Korpri segera membentuk sebuah koperasi ASN yang solid. Bahkan, ia menyarankan agar satu ruang kosong di BKPSDM bisa dimanfaatkan sebagai langkah awal.
Mengapa ini mendesak? Rizali menyoroti fakta yang mengkhawatirkan. “Saya lihat di Bank Perkreditan Rakyat (BPR), sudah banyak SK TPP pegawai diagunkan,” ungkapnya.
Koperasi ini dirancang untuk memutus mata rantai tersebut. Ia akan menjadi solusi cepat bagi ASN atau PPPK untuk mengatasi kebutuhan dapur dan rumah tangga yang mendesak.
Konsepnya sederhana namun brilian. “Dengan adanya koperasi, maka ASN, baik PNS, maupun PPPK bisa mengambil barang di sana,” jelas Rizali.
Agar menarik, ia memberikan syarat mutlak, harga harus bersaing. “Kalau perlu, harga barangnya sedikit miring agar bersaing dengan harga pasaran. Saat gajian, gajinya dipotong langsung oleh bendahara.” Tegasnya
Jika seluruh ASN berkomitmen untuk berbelanja di koperasi ini, Rizali yakin unit usaha ini akan berkembang pesat dan benar-benar mensejahterahkan anggotanya. “Bahkan, kalau semua mau belanja di sana, saya berharap ke depan bisa punya ASN Mart,” cetusnya.
Keyakinan ini bukan tanpa dasar. Menurut Rizali, Pemkab Kutim memiliki semua modal yang diperlukan untuk mewujudkannya—ada Dinas Koperasi, Dinas Perindustrian, hingga Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). “Kalau perlu ASN punya pasar modern. Itu bisa saja,” tandasnya.
Satu-satunya hal yang menghalangi saat ini adalah lembaga koperasinya yang belum terbentuk. Rizali pun memberi sinyal jelas kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan seluruh jajaran Korpri.
“Tapi kalau sudah terbentuk, mari kita sama pikirkan kesejahteraan pegawai,” pungkasnya.





