
Ketua Fraksi GAP DPRD Kutim Desak Pemkab Optimalkan Lomplai 2026 sebagai Penggerak Ekonomi Lokal
SANGATTA,– Ketua Fraksi Gelora Amanat Perjuangan (GAP) DPRD Kutai Timur (Kutim), Faizal Rachman, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim untuk mengoptimalkan pelaksanaan Festival Budaya Lomplai 2026 sebagai instrumen utama pendorong perekonomian lokal.
Menurut Faizal Rachman, ajang budaya tahunan ini telah terbukti membawa dampak ekonomi signifikan, melampaui sekadar kegiatan seni tradisional.
“Lomplai bukan hanya kegiatan budaya, tetapi mesin penggerak ekonomi. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan hotel-hotel penuh, rumah makan ramai, hingga jasa transportasi lokal meningkat drastis. Ini adalah bukti dampak positif yang nyata bagi warga,” ujar Faizal Rachman, kepada sejumlah awak media belum lama ini
Anggota DPRD Kutim asal Partai PDI Perjuangan kutim ini menekankan bahwa manfaat Lomplai mencakup dua aspek vital bagi daerah yakni menciptakan peningkatan aktivitas ekonomi jangka pendek dan menarik daya tarik Kutim sebagai destinasi wisata budaya jangka panjang dan memperkuat rasa kebersamaan antarwarga sekaligus menjadi ruang penting untuk menjaga warisan tradisi turun-temurun.
Faizal Rachman menegaskan bahwa tanggung jawab moral menjaga dan mengembangkan Lomplai terletak pada seluruh masyarakat Kutim, bukan hanya pemerintah. Ia juga mengapresiasi kesiapan panitia dan dinas terkait, termasuk kesiapan presentasi kegiatan kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
“Kesiapan ini membuktikan keseriusan Kutai Timur dalam mengembangkan potensi daerah melalui budaya,” tambahnya.
Faizal Rachman berharap adanya sinergi nyata dari pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat agar Lomplai 2026 dapat membawa manfaat besar, sekaligus mengharumkan nama Kutai Timur di tingkat nasional. (*/ADV)





