Imbas APBD Turun 2026, Wabup Mahyunadi Mengaku TPP Pegawai Kutim Bakal Disesuaikan

SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, secara tegas menyatakan bahwa Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutim diproyeksikan akan mengalami penurunan pada tahun anggaran 2026.

Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis dalam menyikapi proyeksi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan demi memastikan 50 program unggulan kepala daerah tetap berjalan.

Mahyunadi menjelaskan bahwa penyesuaian TPP dan belanja pegawai merupakan konsekuensi logis dari penurunan pendapatan daerah. Penyesuaian ini sejalan dengan aturan perimbangan antara belanja pegawai, belanja modal, belanja langsung, dan tidak langsung, yang memiliki batas maksimal 30% dari total APBD.

“Belanja pegawai, TPP itu pasti turun. Kenapa? Karena memang ada kesesuaian antara belanja pegawai, belanja modal, belanja langsung sama belanja tidak langsung maksimal 30%,” ujar Mahyunadi.

Penurunan APBD di 2026 memaksa pemerintah daerah untuk melakukan efisiensi dan penajaman anggaran secara menyeluruh. Mahyunadi menegaskan bahwa efisiensi yang dimaksud bukanlah pemangkasan, melainkan upaya mengefektifkan anggaran agar lebih fokus pada program inti.

“Efisien itu ya mengefektifkan lebih efisien lagi anggaran. Jadi anggaran yang terlalu banyak, yang mungkin sekadar banyak seremoni, akan dikurangi,” tambahnya.

Meskipun bakal harus melakukan penyesuaian belanja rutin seperti TPP, Wabup Mahyunadi memastikan semua program unggulan yang tertuang dalam visi-misi kepala daerah akan tetap dilanjutkan. Penurunan anggaran akan disiasati dengan penyesuaian skala, bukan penghapusan program.

Karena itu, Mahyunadi optimis bahwa dengan langkah efisiensi dan penyesuaian ini, realisasi pembangunan tidak akan terhambat, bahkan akan berjalan lebih efisien. Ia menargetkan semua program sudah mulai berjalan pada tahun 2027 dan dipastikan rampung di tahun 2028.

“Jalan terus, jalan terus. Kita lebih efisien… Semua program yang penuh program itu dipastikan semua jalan 2028,” pungkasnya. (caya/*/ADV)