Berkat Bankeu Rp 8,1 M Dari provinsi, Jalan Menuju RSUD Kudungga Kian Mulus

SANGATTA — Di tengah hiruk pikuk Sangatta, Kutai Timur, ada satu proyek infrastruktur yang kini menjadi buah bibir. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kutim melalui Bidang Bina Marga terus mengejar penuntasan program peningkatan jalan mulai dari persimpangan Dayung, jalan Ilham Maulana hingga menuju depan RSUD Kudungga.

Proyek vital ini dibiayai melalui bantuan keuangan (Bankeu) Provinsi Kalimantan Timur senilai Rp 8,1 miliar. Dengan masa pengerjaan 120 hari kalender, CV Alif Berdiri sebagai pelaksana dan CV Citra Konstruksi sebagai konsultan pengawas berhasil menyelesaikan proyek ini sesuai target.

Pengerjaan yang profesional dan tepat waktu ini memperlihatkan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Kutai Timur. Hasilnya, akses menuju rumah sakit terbesar di kabupaten ini kini jauh lebih baik, memudahkan pasien, tenaga medis, dan masyarakat umum.

Perbaikan jalan ini tidak hanya sekadar mengubah fisik, tetapi juga membawa dampak positif yang terasa langsung oleh masyarakat. Alif, seorang pengendara motor, mengaku sangat terbantu.

“Dulu, jalan ini parah sekali. Sering kena macet dan bahaya karena banyak lubang. Sekarang, perjalanan jadi lebih cepat dan aman,” ungkapnya.

Hal senada juga dirasakan oleh Rio, seorang pengendara mobil.

“Biasanya kalau jam-jam sibuk, jalur kota padat. Dengan adanya jalan baru ini, saya bisa ambil jalur alternatif yang lebih lancar. Ini sangat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas,” kata Rio.

Proyek peningkatan jalan Ilham Maulana dan sekitarnya ini adalah bagian dari visi besar Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk menciptakan konektivitas yang kuat antarwilayah. Setiap meter rigid beton yang dipasang bukan hanya sekadar material, melainkan fondasi bagi pergerakan ekonomi yang lebih baik dan peningkatan kualitas hidup.

Jalan yang mulus ini menghubungkan lebih dari sekadar persimpangan dan rumah sakit. Ia menghubungkan harapan warga akan mobilitas yang lancar, waktu tempuh yang efisien, dan masa depan Kutim yang lebih maju. (*)